6 Tips Mudik Lebaran untuk Ibu Hamil, Bawa Camilan Berprotein

3 hours ago 10

CANTIKA.COMJakarta - Perjalanan mudik Lebaran membutuhkan persiapan ekstra, terutama bagi ibu hamil. Spesialis obstetri dan ginekologi dari Rumah Sakit Pelni, Dewita Nilasari, menyarankan calon ibu untuk memastikan kondisi kesehatan diri dan janin sebelum memulai perjalanan jauh.

Salah satu langkah penting yang perlu dilakukan adalah melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan, termasuk melalui pemeriksaan USG. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan pertumbuhan dan kondisi janin dalam keadaan normal serta tidak ditemukan risiko tertentu.

Menurut Dewita, pemeriksaan sebaiknya disesuaikan dengan usia kehamilan atau trimester yang sedang dijalani. Dengan begitu, dokter dapat mendeteksi lebih awal jika terdapat potensi masalah, seperti ukuran janin yang tidak sesuai atau kondisi lain yang perlu mendapat perhatian khusus.

“Persiapan sebelum mudik penting untuk memastikan ibu dan janin dalam kondisi baik. Jika ada risiko tertentu, dokter bisa memberikan penanganan atau obat penguat yang diperlukan selama perjalanan,” jelasnya.

Tips Mudik Lebaran Aman dan Nyaman untuk Ibu Hamil

1. Suami Dianjurkan Ikut Mendampingi

Saat melakukan kontrol kehamilan, Dewita juga menyarankan agar suami turut mendampingi. Kehadiran pasangan tidak hanya menjadi bentuk dukungan emosional bagi ibu hamil, tetapi juga kesempatan bagi suami untuk memahami kondisi kehamilan secara langsung.

Dengan ikut mendengarkan penjelasan dokter, suami dapat mengetahui hal-hal yang perlu diperhatikan selama perjalanan mudik, termasuk tindakan yang harus dilakukan jika terjadi kondisi darurat seperti pecah ketuban atau keluhan mendadak lainnya.

Selain itu, ibu hamil juga disarankan meminta surat keterangan layak bepergian dari dokter. Dokumen ini sering kali menjadi syarat ketika menggunakan moda transportasi tertentu, seperti pesawat atau kereta api, karena setiap layanan transportasi memiliki aturan berbeda terkait usia kehamilan penumpang.

2. Perhatikan Aturan Transportasi dan Fasilitas Kesehatan

Sebelum berangkat, keluarga juga perlu mempelajari ketentuan perjalanan bagi ibu hamil dari masing-masing moda transportasi. Misalnya, jika bepergian menggunakan pesawat, ibu hamil sebaiknya memilih kursi yang lebih lega seperti di area sayap atau bagian depan kabin.

Tak kalah penting, cari informasi mengenai fasilitas kesehatan di sepanjang jalur mudik. Pastikan rumah sakit atau klinik yang tersedia memiliki layanan yang memadai untuk menangani kebutuhan ibu hamil maupun bayi.

3. Waktu Teraman untuk Mudik

Dewita menjelaskan bahwa periode paling aman bagi ibu hamil untuk melakukan perjalanan jauh adalah saat memasuki trimester kedua, yakni sekitar usia kehamilan 14 hingga 28 minggu.

Pada trimester pertama, risiko seperti flek atau keguguran masih cukup tinggi. Sementara pada trimester ketiga, ibu biasanya sudah mendekati waktu persalinan sehingga ada kemungkinan terjadi kontraksi dini, kelahiran prematur, atau pecah ketuban saat perjalanan.

Karena itu, konsultasi dengan dokter kandungan sebelum mudik sangat dianjurkan. Jika dinilai aman, dokter dapat memberikan rekomendasi serta obat penguat untuk menjaga kondisi selama perjalanan.

4. Pilih Pakaian Nyaman dan Bawa Obat Penting

Dalam perjalanan mudik, ibu hamil sebaiknya membawa barang seperlunya saja agar tidak merepotkan. Gunakan pakaian longgar dan nyaman seperti rok atau atasan berbahan adem.

Untuk alas kaki, hindari sepatu berhak tinggi. Sebaiknya pilih sepatu datar atau sepatu kets yang lebih aman dan nyaman digunakan saat berjalan.

Selain itu, pastikan obat-obatan penting ikut dibawa, seperti obat penguat dari dokter, parasetamol, atau obat untuk gangguan lambung sebagai langkah antisipasi jika terjadi keluhan selama perjalanan.

5. Jangan Lupa Camilan Tinggi Protein

Dewita juga menyarankan ibu hamil membawa camilan sehat selama perjalanan mudik. Pilih makanan yang tinggi protein, baik dari sumber nabati maupun hewani.

Contohnya seperti tahu dan tempe bagi yang menyukai protein nabati. Sementara untuk protein hewani, ibu hamil bisa membawa potongan daging ayam atau ikan salmon yang kaya akan Omega-3 dan DHA, nutrisi penting untuk perkembangan otak janin.

Buah-buahan seperti alpukat atau pisang juga bisa menjadi pilihan camilan praktis yang menyehatkan.

Sebaliknya, hindari makanan atau minuman tinggi gula seperti soda, minuman kemasan manis, maupun es krim karena berpotensi meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan diabetes selama kehamilan.

6. Pentingnya Cukup Minum Air

Selain memperhatikan asupan makanan, ibu hamil juga harus menjaga kecukupan cairan tubuh selama perjalanan. Dewita menekankan pentingnya minum sekitar 2,5 liter air putih setiap hari agar ibu tidak mengalami dehidrasi dan jumlah air ketuban tetap terjaga.

Air ketuban memiliki peran penting bagi perkembangan janin, mulai dari memberikan ruang gerak, melindungi bayi dari benturan, hingga membantu proses persalinan berjalan lancar.

Jika bosan minum air putih, ibu hamil dapat menggantinya dengan alternatif lain seperti air kelapa hijau, kaldu sup atau soto, serta buah-buahan yang kaya mineral.

“Jika asupan cairan kurang, air ketuban bisa berkurang dan berisiko memengaruhi pertumbuhan bayi. Karena itu, jangan sampai lupa minum selama perjalanan,” ujar Dewita.

ANTARA

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |