Baru Dua Hari Usai Reshuffle Jilid VI, Prabowo Buka Sinyal Kocok Ulang Kabinet Lagi  

14 hours ago 30
Presiden Prabowo Subianto | Instagram

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Reshuffle kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ternyata belum berhenti. Bahkan, ketika perombakan kabinet terbaru baru saja dilakukan dengan mengganti Menkeu, Prabowo sudah membuka kemungkinan kembali melakukan kocok ulang saat pemerintahannya memasuki usia dua tahun.

Momentum dua tahun pemerintahan dinilai Prabowo cukup masuk akal untuk kembali mengukur kemampuan para pembantunya. Pada titik itu, para menteri dan pejabat yang diberi kepercayaan dinilai sudah memiliki waktu yang memadai untuk menunjukkan kinerja sekaligus membuktikan kapasitasnya.

“Saya kira itu sesuatu yang logis, ya, dua tahun. Jadi masing-masing sudah punya waktu untuk membuktikan kemampuannya dan sebagainya,” ucap Prabowo dalam Program Presiden Menjawab yang disiarkan pada Rabu (16/9/2026).

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa evaluasi terhadap susunan kabinet masih menjadi proses yang terbuka. Prabowo menegaskan, penilaian terhadap kinerja para pembantunya tidak menunggu momentum tertentu, melainkan dilakukan secara berkelanjutan.

Menurut dia, sejauh ini jajaran pemerintahannya masih bekerja dengan baik. Namun, penilaian tersebut tidak berarti seluruh posisi di kabinet terbebas dari kemungkinan perubahan.

Prabowo mengatakan, jika reshuffle kembali ditempuh, keputusan tersebut akan didasarkan pada hasil evaluasi. Salah satu pertimbangannya adalah kecocokan antara pejabat dengan jabatan yang diembannya.

Dengan kata lain, perubahan tidak semata-mata dipahami sebagai pencopotan pejabat. Perombakan juga dapat menjadi sarana untuk menempatkan seseorang pada posisi yang dinilai lebih sesuai dengan kompetensi dan kemampuannya.

“Kalaupun nanti ada reshuffle, saya kira antara lain mungkin untuk promosi orang, ya. Tentunya kita, organisasi ini, kita selalu cari the right man in the right place, ya, kompetensi,” tutur Prabowo.

Isyarat tersebut muncul hanya berselang dua hari setelah Prabowo melakukan reshuffle kabinet jilid VI. Dalam perombakan yang berlangsung Senin, 14 September 2026 itu, posisi Menteri Keuangan mengalami pergantian.

Prabowo mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan dan menunjuk Suahasil Nazara untuk menggantikannya.

Dengan perombakan terbaru tersebut, sejak dilantik sebagai Presiden RI pada Oktober 2024, Prabowo tercatat telah enam kali melakukan reshuffle kabinet.

Frekuensi perombakan tersebut membuat susunan kabinet pemerintahan Prabowo terus mengalami penyesuaian dalam periode awal pemerintahannya. Kini, menjelang genap dua tahun masa pemerintahan, Prabowo kembali memberikan sinyal bahwa perubahan komposisi kabinet masih mungkin terjadi.

Namun, Presiden belum menyebut kementerian atau pejabat tertentu yang akan menjadi sasaran apabila reshuffle kembali dilakukan. Ia juga tidak memberikan kepastian mengenai waktu pelaksanaannya.

Yang ditegaskan Prabowo, ukuran utamanya adalah evaluasi dan kebutuhan organisasi, termasuk memastikan setiap posisi ditempati orang yang sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |