WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Usianya baru 9 tahun. Namun keberanian Asyifa Qotrunnada, siswi kelas 3 SD, tampil seorang diri di atas panggung HUT Kecamatan Paranggupito ke-34, Sabtu (12/9/2026), sukses mencuri perhatian.
Pada perayaan HUT Kecamatan Paranggupito ke-34, Asyifa dipercaya tampil dalam dua sesi. Ia membawakan Tari Wonderland dan Tari Nusantara di hadapan masyarakat serta para tamu undangan.
Camat Paranggupito, Yayan Prihastanto, menyampaikan apresiasi kepada Asyifa atas penampilannya. Ia juga mendoakan agar kemampuan yang dimiliki terus berkembang sekaligus tetap diarahkan untuk ikut menjaga budaya daerah.
“Terima kasih kepada Asyifa Qotrunnada yang sudah tampil dalam HUT Kecamatan Paranggupito ke-34. Semoga Asyifa semakin berprestasi dan tetap menjaga serta melestarikan budaya, utamanya budaya tari,” ujar Yayan Prihastanto.
Keberanian tampil solo menjadi bagian menarik dari penampilan Asyifa. Di usianya yang masih 9 tahun, ia harus mengandalkan hasil latihan sendiri untuk menguasai gerakan, mengikuti irama, menjaga ekspresi, sekaligus membangun kepercayaan diri di atas panggung.
Ada cerita menarik di balik penampilannya. Asyifa ternyata tidak belajar menari di sanggar ataupun mengikuti kursus dengan instruktur profesional. Kemampuan tersebut justru diasah secara mandiri dari rumah, bermodal video tutorial YouTube dan pendampingan sang ibu.
Tidak ada ruang latihan khusus. Tidak ada jadwal kursus dengan pelatih tari. Setiap sore, teras rumah justru berubah menjadi tempat Asyifa mengasah kemampuannya.
Sang ibu, Arum, menjadi orang yang mendampingi hampir seluruh proses latihan. Musik diputar menggunakan perangkat sederhana, sementara gerakan tari dipelajari dan diulang bersama hingga Asyifa semakin hafal.
“Kami latihan tiap sore di teras rumah. Saya yang puterin musik dan ngajarin gerakannya ke Dek Asyifa. Alhamdulillah dia semangat dan cepat hafal,” ujar Ibu Arum.
Latihan tersebut tidak berhenti pada menghafal rangkaian gerakan. Asyifa juga terus berlatih menyesuaikan gerakan dengan musik, membangun ekspresi wajah, hingga membiasakan diri tampil tanpa didampingi penari lain.
Kebiasaan berlatih hampir setiap sore menjadi modal penting ketika kesempatan tampil di panggung HUT Kecamatan Paranggupito datang.
Begitu musik dimainkan, Asyifa mampu membawakan dua tarian yang telah dipersiapkan. Gerakannya mengikuti irama, sementara ekspresi dan keberaniannya membuat penampilan anak kelas 3 SD tersebut mendapat perhatian penonton.
Tepuk tangan pun terdengar setelah penampilannya berakhir.
Bagi Asyifa, panggung HUT Kecamatan Paranggupito menjadi tempat untuk menunjukkan hasil latihan yang selama ini dilakukan sederhana di rumah. Bagi sang ibu, penampilan tersebut sekaligus menjadi hasil dari rutinitas kecil yang dijalani bersama hampir setiap sore.
Penampilannya di HUT Kecamatan Paranggupito ke-34 pun menjadi catatan tersendiri bagi Asyifa. Bukan karena usia yang masih belia saja, tetapi karena keberaniannya tampil solo lahir dari proses latihan sederhana yang dilakukan konsisten dari rumah. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.


















































