FMIPA UNS Gandeng IIUM Malaysia Tingkatkan Daya Saing Petani Vanili ke Pasar Global

6 hours ago 19
Foto bersama tim pengabdian masyarakat internasional FMIPA UNS, Prof. Dr. M. Taher Bin Bakhtiar dari International Islamic University Malaysia (IIUM), serta para petani vanili yang tergabung dalam Koperasi Produsen Rempah Vanili Nusantara (Karavan) | Foto: Dok FMIPA UNS  

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggandeng International Islamic University Malaysia (IIUM) dalam program pengabdian masyarakat internasional untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk vanili lokal agar mampu bersaing di pasar global.

Program yang dilaksanakan pada Mei 2026 tersebut menyasar petani vanili yang tergabung dalam Koperasi Produsen Rempah Vanili Nusantara (Karavan) dari berbagai wilayah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kegiatan diawali dengan peluncuran program pelatihan khusus oleh Dekan FMIPA UNS. Melalui program tersebut, para petani dibekali pengetahuan mengenai standar budidaya, sertifikasi, hingga perdagangan vanili yang memenuhi kualifikasi nasional maupun internasional.

Ketua tim Pengabdian International Mandatory (PIM), Dr. apt. Rasmaya, M.Farm.Klin., mengatakan program tersebut merupakan bentuk kemitraan global yang bertujuan memperluas wawasan petani terkait standar mutu vanili Indonesia, Malaysia, dan pasar dunia.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani agar mampu menghasilkan produk vanili yang memenuhi standar nasional maupun internasional sehingga memiliki daya saing lebih tinggi,” ujarnya.

Materi pelatihan dikoordinasikan oleh Dr. Suratman, S.Si., M.Si. dan Dr. Solichatun, S.Si., M.Si. Dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai standardisasi biji vanili untuk sertifikasi organik dan Certificate of Analysis (COA) di Indonesia yang disampaikan oleh Dr. Widya Mudyantini, S.Si., M.Si.

Sementara itu, perspektif standar mutu dan perdagangan internasional disampaikan oleh Prof. Dr. M. Taher Bin Bakhtiar dari Kulliyyah of Pharmacy, International Islamic University Malaysia (IIUM).

Selain membahas standardisasi, program tersebut juga memberikan pelatihan pengembangan produk turunan vanili yang memiliki nilai tambah ekonomi lebih tinggi. Kegiatan tersebut dikoordinasikan oleh Dr. apt. Rita Rakhmawati, S.Farm., M.Si.; apt. Adi Yugatama, S.Farm., M.Sc., Ph.D.; Dr. Siti Lusi Arum Sari, S.Si., M.Biotech.; Dr. apt. Yeni Farida, S.Farm., M.Sc.; Tanjung Ardo, S.Si., M.Sc., Apt.; dan Fitrawan H. Pribadi, S.Farm., M.Sc.

Dalam pelatihan itu, peserta diperkenalkan pada berbagai peluang pemanfaatan vanili dalam industri pangan, farmasi, kesehatan, dan kebugaran. Dijelaskan, bahwa vanili mentah dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi seperti ekstrak vanili maupun parfum padat (solid perfume).

Parfum padat (solid perfume) berbahan vanili hasil pengembangan dalam program Pengabdian Internasional FMIPA UNS. Inovasi ini menunjukkan potensi vanili tidak hanya sebagai rempah, tetapi juga sebagai bahan baku produk kesehatan dan gaya hidup bernilai ekonomi tinggi. | Foto: Dok FMIPA UNS

Pengembangan parfum berbahan dasar vanili tersebut merupakan bagian dari proyek bertajuk Green Scent Project for Improving Mental Health with Neuroscience-Based Olfactory Health Innovation. Melalui inovasi tersebut, vanili dinilai memiliki potensi membantu relaksasi mental melalui stimulasi indera penciuman.

Para peserta juga memperoleh materi mengenai standardisasi produk ekstrak vanili, termasuk penyusunan Certificate of Analysis (COA) dan Material Safety Data Sheet (MSDS) sesuai standar perdagangan Indonesia maupun internasional.

Ketua Koperasi Karavan, Lilik, mengapresiasi program kolaborasi UNS dan IIUM tersebut. Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan bekal penting bagi para petani untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas peluang pemasaran.

“Program pengabdian masyarakat hasil kolaborasi UNS–IIUM ini membekali para petani dengan pengetahuan yang sangat bermanfaat, sehingga meningkatkan kesiapan kami untuk memasuki dan bersaing di pasar vanili,” ujarnya.

Melalui program tersebut, FMIPA UNS berharap kapasitas petani vanili semakin meningkat sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi produk vanili Indonesia di pasar internasional. [*]

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |