SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dapur MBG Karangmalang Sragen milik PD. Sejahtera Mulia Bersama beralamat di Kroyo Rt 13, Rw 04, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah sempat berhenti beroperasi gara-gara kiriman dana dari BGN telat. Dapur yang melayani 2.292 penerima mangfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memilih berhenti selama 2 hari.
Dikomfirmasi JOGLOSOMARNEWS.COM kepala SPPG, Hanang Kurniadi Sri Atmojo membenarkan kejadian tersebut. Ia juga juga menjelaskan pada awak media di Sragen layanan baru kembali normal pada Rabu (10/12/2025) hari ini.
“Iya benar, kemarin sempat berhenti beroperasi selama dua hari. kami tidak mengirim atau melayani MBG ke sekolah-sekolah baik TK/KB, SD, SMP, SMA atau SMK. Tapi hari ini sudah ada pelayanan kembali seperti semula,” kaya Hanang pada JOGLOSEMARNEWS.COM Rabu (10/12/2025).
Menurut Hanang, penyebab utama mandeknya layanan ini adalah keterlambatan dana turun dari pusat, atau BGN.
“Sisa uang sudah habis, jadi kita terpaksa menunggu. Kami sudah mengajukan proposal untuk diajukan 12 hari ke depan,” jelasnya.
Hanang mengungkapkan bahwa ini adalah kali pertama dapur SPPG Kroyo berhenti beroperasi sejak memulai layanan pada 27 Oktober lalu. Regulasi Anggaran Jadi Hambatan.
Dia menekankan mandeknya layanan ini bukan disebabkan oleh kelalaian dapur, melainkan terikat ketat pada petunjuk teknis yang ada. “Soal petunjuk teknis, pihak dapur memang tidak diperbolehkan menalangi dahulu. Kalau anggaran habis, memang aturannya harus tutup dulu,” tegas Hanang.
Selain SPPG Kroyo, Hanang menyebutkan bahwa ada SPPG lain di Karangmalang yang juga tidak melayani sejak Jumat pekan lalu. Hal ini mengindikasikan bahwa masalah keterlambatan dana ini mungkin bersifat lebih luas.
Dia juga menekankan pihak SPPG telah menginformasikan penghentian layanan kepada sekolah-sekolah. Agar informasi itu segera diteruskan kepada para wali murid.
Sementara itu Kepala Sekolah SDN Kroyo, Didik Prihantoro pada wartawan membenarkan adanya edaran mengenai pengiriman MBG yang dihentikan sementara beberapa waktu lalu. Pihaknya langsung bertindak cepat menyampaikan informasi tersebut kepada orang tua siswa.
“Saat ada pemberitahuan tidak dikirim MBG, kita sampaikan ke orang tua. Tujuannya biar ada antisipasi, entah itu membawa bekal dari rumah atau menambah uang saku siswa,” ujarnya.
Huri Yanto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.



















































