KSPI Tegaskan May Day Bukan Acara Seremonial

5 hours ago 16

KONFEDERASI Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengatakan perayaan Hari Buruh atau May Day bukan acara seremonial. KSPI menegaskan Hari Buruh merupakan momen untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan buruh kepada pemerintah.

Ketua Partai Buruh Said Iqbal mengatakan terdapat 11 tuntutan buruh kepada Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Hari Buruh yang digelar di Monumen Nasional (Monas) pada hari ini. Tuntutan itu antara lain pengesahan Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan, penghapusan outsourcing, penolakan upah murah, penanganan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat perang, reformasi pajak, hingga pengangkatan guru dan tenaga honorer P3K paruh waktu menjadi penuh waktu.

“Dari 11 isu yang kami sampaikan, ada beberapa yang langsung mendapat respons dan penegasan dari presiden,” ucap Said Iqbal dalam pernyataan yang dibacakan perwakilan KSPI melalui orasi di depan Monas, Jakarta Pusat, Jumat, 1 Mei 2026.

Said Iqbal mengatakan sebagian besar dari 11 tuntutan itu sedang diproses pemerintah. Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, misalnya, kini resmi disahkan menjadi undang-undang.

Said Iqbal mengungkapkan bahwa Prabowo tengah membentuk satuan tugas pemutusan hubungan kerja untuk menangani ancaman PHK dan menciptakan lapangan kerja. “Presiden juga optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat dicapai,” katanya.

Sejumlah serikat pekerja dan federasi buruh di berbagai daerah menggelar peringatan May Day. Peringatan Hari Buruh Internasional di Jakarta terbelah di dua titik, yaitu kawasan Monumen Nasional dan depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta Pusat.

Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) bersama Partai Buruh menggelar May Day di Monas. Namun, mereka tidak menggelar aksi penyampaian tuntutan. Mereka mengemas May Day di Monas dalam bentuk perayaan dengan menghadirkan Presiden Prabowo Subianto.

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mengatakan kepala negara bakal memberi kejutan bagi para serikat pekerja dalam perayaan May Day 2026. Menurut dia, Prabowo akan menyampaikan kejutan itu secara langsung saat hadir di atas panggung perayaan.

“Ada kaitannya dengan ojek online, ratifikasi ILO, dan kebijakan kesejahteraan buruh,” kata Andi dalam konferensi pers di The Grand Mansion, Menteng, Jakarta, pada Rabu, 29 April 2026.

Andi mengatakan Presiden Prabowo juga akan memberikan hadiah bagi para buruh berupa kaus dan payung dalam perayaan May Day 2026. Menurut Andi, Prabowo mendesain langsung kaus tersebut.

Dalam perayaan May Day 2026, KSPSI memperkirakan sekitar 400 ribu orang, termasuk para pengemudi ojek online, akan memadati Monas. Karena itu, Andi mengatakan pihaknya memilih Monas sebagai lokasi perayaan karena mampu menampung ratusan ribu orang.

Andi menambahkan, pihaknya juga mempertimbangkan kedekatan lokasi perayaan May Day 2026 dengan Istana Negara, Jakarta, tempat Presiden Prabowo Subianto berkegiatan. Menurut dia, Prabowo selalu ingin dekat dengan para pekerja, termasuk berjabat tangan secara langsung.

Andi mengatakan pihaknya memilih Monas sebagai kawasan terbuka agar mobilitas presiden dan massa lebih leluasa. “Di Stadion Gelora Bung Karno kan ada pagar pembatas, ada tribun. Akan susah bagi beliau untuk berjabat tangan kalau di sana,” ujar Andi.

Pilihan Editor: Buruh Tak Bersatu Bisa Dikalahkan

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |