CANTIKA.COM, Jakarta - Self-care sering dianggap sekadar tren. Dalam kasus perceraian, apa makna self-care yang sebenarnya? Menurut Psikolog Anisa Cahya Ningrum makna self-care sangat besar dalam menjaga kesehatan mental selama proses dan pasca-bercerai. Self-care adalah bagian dari upaya mencintai diri sendiri, yang perlu dilakukan, agar kita tetap sehat secara fisik maupun emosional.
Yang bisa dilakukan untuk tetap bisa peduli dan mencintai diri sendiri atau self-care adalah:
1. Melakukan aktivitas rutin untuk menjaga kesehatan, seperti menjaga asupan gizi seimbang, tetap berolah raga, dan mengelola stres
2. Memaafkan diri sendiri dan orang lain, agar hidup terasa lebih ringan
3. Bersikap realistis, tidak menuntut diri terlalu berat, bahkan perlu bersikap lebih lembut kepada diri sendiri.
4. Berusaha untuk bersikap fleksibel dalam menghadapi keadaan, dan mencoba mengikis sikap perfeksionis agar beban hidup menjadi lebih ringan.
Menurut Anisa, adalah hal yang manusiawi jika seseorang merasa “mundur” ke belakang dan merasa “terhenti sejenak” langkah kehidupannya karena kasus perceraian. Bagi sebagian orang fase kehidupan ini bisa jadi merupakan tonggak traumatis yang berat, namun bagi orang yang lain, mungkin bisa diatasi dengan perasaan yang lebih tenang.
"Anggapan kegagalan sebenarnya adalah mindset. Kita bisa mengatur pola pikir kita, bahwa perceraian adalah fase kehidupan, sekaligus fase transisi untuk menjadikan diri kita lebih baik," ucapnya saat dihubungi Cantika, 19 Desember 2025.
Jadi setelah perceraian, penting untuk memulai fase self-upgrading, dengan mengubah diri dengan peningkatan-peningkatan yang rasional. Seperti:
- Menyatu dengan alam. Paparan sinar matahari bisa menstimulasi tubuh untuk memproduksi hormon serotonin, yang dipercaya bisa menstabilkan mood dan membuat diri menjadi lebih tenang. Juga gesekan kaki di rumput atau tanah, dengan menghirup udara segar, akan meningkatkan rasa nyaman dan ketenangan.
- Tetaplah mencoba untuk berinteraksi dengan orang terdekat, agar kehidupan sosial tetap terjaga. Menarik diri dari kehidupan sosial akan berisiko mempengaruhi kesehatan mental
- Melalukan hal-hal yang disukai, menjalankan aktivitas rumah tangga, menemani anak-anak dan beraktivitas sesuai pekerjaan, sangat dianjurkan, untuk memunculkan perasaan berharga dan bermanfaat.
Menurut Anisa, bagaimana seseorang memaknai kejadian perceraian, adalah yang paling penting untuk terus bisa melanjutkan kehidupan. "Jika kita terus menerus berfokus pada kekurangan, kesalahan dan dendam, maka akan sulit untuk berkembang dan mengembangkan diri. Kita akan merasa gagal, jika kita terus menerus menyalahkan diri sendiri, pasangan, dan keadaan yang sebetulnya tidak akan ada habisnya," ucap dia.
Pilihan Editor: Dear Ladies, Ini 3 Tips Berkencan dengan Pria yang Pernah Bercerai
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

















































