Menperin: Penjualan Kendaraan Listrik Pesat

10 hours ago 22

TEMPO.CO, Jakarta - MENTERI Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan transformasi menuju kendaraan rendah emisi di Indonesia berlangsung lebih cepat dari perkiraan. Hal itu tercermin dari penjualan kendaraan elektrifikasi yang terus meningkat pesat sepanjang semester I 2026.

Agus menyebut penjualan kendaraan listrik mencapai 117 ribu unit pada paruh pertama tahun ini atau naik 69,4 persen secara tahunan. "Artinya, satu dari setiap empat mobil penumpang yang dibeli masyarakat Indonesia saat ini sudah merupakan kendaraan elektrifikasi. Lima tahun lalu angka itu bahkan belum terlihat," ujarnya saat membuka Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di BSD City, Tangerang, Banten, Kamis, 30 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Meski demikian, Agus menegaskan pemerintah tidak mengutamakan satu teknologi dibandingkan teknologi lainnya. Menurut dia, kendaraan listrik berbasis baterai (BEV), hybrid, plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), mesin pembakaran internal (ICE) yang semakin efisien, hingga pemanfaatan biodiesel dan bioetanol memiliki tujuan yang sama, yakni menekan emisi sekaligus memperkuat ketahanan energi. "Yang ingin kita percepat adalah pencapaian tujuannya, bukan menyeragamkan caranya," kata dia.

Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara memperkirakan penjualan mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) masih akan terus meningkat. Data Gaikindo menunjukkan penjualan PHEV secara wholesale pada Januari-Mei 2026 mencapai 2.601 unit atau melonjak 416,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut Kukuh, pertumbuhan tersebut didorong karakteristik PHEV yang tetap dapat menggunakan bahan bakar fosil sehingga lebih fleksibel bagi konsumen. Keunggulan itu menjadi daya tarik di tengah keterbatasan infrastruktur stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang masih terkonsentrasi di kota-kota besar.

Di sisi lain, Wakil Ketua Bidang Pengembangan dan Penelitian Periklindo Prabowo Kartoleksono mencatat penjualan mobil listrik berbasis baterai (BEV) secara wholesale juga meningkat pesat. Sepanjang Januari-Mei 2026, penjualan BEV mencapai 57.087 unit atau tumbuh 80 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Prabowo mengatakan lonjakan tersebut didorong oleh semakin agresifnya produsen menghadirkan kendaraan listrik dengan teknologi yang lebih canggih dan harga yang semakin kompetitif.

"Bahkan kadang bisa lebih murah dibanding kendaraan bensin (ICE) sekelasnya," kata Prabowo dalam keterangan tertulis.


Alfitria NefiPratiwi berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Pilihan Editor:

 Penjualan Mobil Listrik Melesat. Masih Perlukah Insentif?

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |