Pemkab Tasikmalaya Perluas Akses Kerja dan Magang bagi Generasi Muda

1 hour ago 19

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya, Jawa Barat, terus berupaya memperluas akses kerja bagi generasi muda melalui berbagai program penyaluran kerja di dalam dan luar negeri. Langkah ini merupakan prioritas utama untuk mengatasi masalah pengangguran di daerah tersebut.

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, menyampaikan hal ini saat melepas 245 lulusan perguruan tinggi untuk mengikuti program pemagangan nasional di Tasikmalaya, Senin (21/9). Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen membantu generasi muda mendapatkan pekerjaan dan penghasilan agar bisa hidup mandiri.

"Ini menjadi prioritas kerja pemerintah daerah, bagaimana generasi muda bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan," ujar Asep.

Dorong Peluang Kerja ke Jepang

Pemkab Tasikmalaya tidak hanya mendorong penyerapan tenaga kerja di berbagai daerah dalam negeri. Pemerintah daerah juga secara aktif membuka peluang kerja ke luar negeri, salah satunya ke Jepang melalui program pemagangan dan penempatan tenaga kerja.

Asep mengakui bahwa kendala utama tenaga kerja lokal untuk menembus pasar internasional adalah kemampuan bahasa. Oleh karena itu, ia meminta agar laboratorium bahasa diperkuat untuk mempersiapkan calon tenaga kerja dengan lebih matang.

"Untuk kerja di luar negeri butuh persiapan matang, terutama bahasa. Selama ini salah satu kendala tenaga kerja kita adalah bahasa, karena itu, laboratorium bahasa juga perlu diperkuat," katanya.

Optimalisasi BLK dan Dukungan BUMD

Lebih lanjut, Wakil Bupati meminta Balai Latihan Kerja (BLK) untuk terus menggenjot pelatihan berbagai kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Ia juga mendorong keterlibatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam membantu pembiayaan warga yang ingin mengikuti pelatihan kerja ke luar negeri, sehingga akses terhadap kesempatan kerja semakin luas.

Asep mengapresiasi kinerja Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tasikmalaya yang telah memfasilitasi program pemagangan nasional bagi 245 lulusan perguruan tinggi. Program ini dinilai sebagai wadah penting bagi para peserta untuk terus belajar, memotivasi diri, dan meningkatkan kompetensi sebelum terjun ke dunia kerja profesional.

"Program pemagangan ini, mereka memiliki wadah untuk terus belajar, memotivasi diri dan meningkatkan kompetensi," jelasnya.

Menurut Asep, pengalaman magang menjadi modal penting bagi para peserta untuk mengenal tuntutan dan budaya kerja di perusahaan. Hal ini diharapkan dapat membuka jalan bagi mereka untuk menjadi karyawan tetap sehingga secara langsung berkontribusi dalam menekan angka pengangguran di Kabupaten Tasikmalaya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |