Perbedaan Pilates dan Fitness, Mana yang Cocok Buatmu?

2 hours ago 8

CANTIKA.COM, Jakarta - Memilih jenis olahraga yang tepat sering kali bikin bingung, terutama kalau kamu baru mau memulai gaya hidup sehat. Dua pilihan yang belakangan populer dan sering dibahas adalah pilates dan fitness. Sekilas, keduanya sama-sama bertujuan membuat tubuh lebih bugar dan kencang. 

Namun, kalau dicermati lebih dalam, perbedaan pilates dan fitness cukup signifikan, mulai dari tujuan utama, variasi gerakan, hingga alat yang digunakan. Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini supaya kamu nggak bingung lagi memilih mana yang paling pas dengan kebutuhan dan fitness goal kamu!

Apa Itu Pilates dan Fitness?

Pilates adalah bentuk latihan fisik bertempo lambat yang berfokus pada pengendalian napas, fleksibilitas, serta penguatan otot inti (core muscles). Olahraga ini diciptakan oleh Joseph Pilates pada awal abad ke-20 dan awalnya dirancang sebagai bentuk rehabilitasi cidera serta perbaikan postur tubuh.

Sementara itu, fitness memiliki cakupan yang lebih luas. Secara umum, istilah ini merujuk pada serangkaian aktivitas fisik yang bertujuan meningkatkan kebugaran jasmani secara menyeluruh. Aktivitas fitness yang sering dilakukan di gym biasanya memadukan latihan kardio, latihan kekuatan melalui angkat beban, hingga high-intensity interval training (HIIT).

Perbedaan dari Segi Tujuan

Meski sama-sama menyehatkan, fokus akhir dari kedua olahraga ini berbeda. Tujuan pilates biasanya berfokus pada membina keseimbangan tubuh, memperbaiki stabilitas otot inti, meningkatkan fleksibilitas, dan membentuk postur tubuh yang simetris serta jenjang.

Sementara di sisi lain, tujuan fitness biasanya lebih berfokus pada peningkatan kekuatan otot, pembentukan massa otot, pemakaran kalori secara maksimal, serta peningkatan daya tahan jantung dan paru-paru.

Perbedaan dari Segi Gerakan dan Intensitas

Dari cara melakukannya pun, kamu bisa langsung merasakan perbedaan suasana yang cukup kontras.

Gerakan pilates cenderung lambat, terkontrol, dan membutuhkan konsentrasi penuh pada setiap helaan napas. Ffokus utamanya terletak pada ketepatan (precision) dan kontrol tubuh, bukan pada seberapa cepat atau seberapa berat beban yang ditahan.

Di sisi lain, gerakan fitness di gym jauh lebih bervariasi dan dinamis. Kamu bisa melakukan angkat beban dengan set dan repetisi tertentu, diselingi latihan kardio seperti treadmill atau sepeda statis, hingga sesi HIIT yang memicu detak jantung dengan cepat. Intensitas fitness bisa disesuaikan dari tingkat ringan hingga sangat tinggi.

Perbedaan Alat yang Digunakan

Alat yang dipakai dalam kedua olahraga ini juga memegang peranan penting dalam membentuk pengalaman latihanmu.

Alat Pilates biasanya sering memanfaatkan beban tubuh sendiri (mat pilates), atau menggunakan alat khusus berdesain unik seperti reformer, cadillac, dan wunda chair. Alat-alat ini mengandalkan pegas (springs) sebagai tahanan untuk melatih kekuatan tanpa memberikan tekanan berlebih pada sendi.

Lalu, alat fitness lebih menggunakan variasi alat yang sangat beragam di ruang gym, seperti dumbbell, barbell, mesin beban terisolasi, kettlebell, hingga alat kardio modern.

Perbedaan Manfaat untuk Tubuh

Kedua jenis olahraga ini sama-sama membawa dampak positif yang luar biasa bagi kesehatan, namun hasil akhir yang diberikan pada bentuk dan performa tubuh memiliki karakteristik tersendiri.

Jika kamu rutin berlatih pilates, manfaat utama yang akan paling kamu rasakan adalah peningkatan fleksibilitas dan keseimbangan tubuh. Olahraga ini sangat efektif melatih otot inti sehingga mampu meredakan nyeri punggung serta memperbaiki postur tubuh yang kurang ideal. Karakter fisiknya yang berdaya tekan rendah (low impact) juga membuat latihan ini sangat aman dijadikan sarana rehabilitasi pascacidera. Hasil akhirnya adalah bentuk otot yang terlihat lebih panjang, kencang, dan proporsional tanpa terlihat terlalu tebal.

Di sisi lain, fitness memberikan manfaat yang lebih fokus pada peningkatan kekuatan otot dan stamina tubuh secara keseluruhan. Melalui kombinasi latihan kardio dan angkat beban, aktivitas ini sangat efektif membakar kalori dalam jumlah besar, meningkatkan massa otot, serta memperkuat kepadatan tulang. Tubuhmu tidak hanya jadi lebih bugar dan berenergi, tetapi juga memiliki ketahanan fisik yang lebih kuat untuk menunjang berbagai aktivitas harian yang berat.

Mana yang Lebih Cocok untuk Kamu?

Pilihan terbaik sebenarnya kembali lagi pada preferensi personal dan tujuan utama yang ingin kamu capai saat ini.

Pilihlah pilates jika kamu ingin memperbaiki postur tubuh yang membungkuk akibat terlalu lama duduk. Selain itu, pilates juga cocok buat kamu yang mengincar bentuk tubuh yang kencang, proporsional, dan fleksibel tanpa menambah massa otot yang terlalu besar. Atau, kalau kamu membutuhkan latihan ber-impact rendah (low impact) yang aman untuk sendi atau sedang dalam tahap rehabilitasi.

Kamu bisa memilih olahraga fitness jika ingin membakar kalori lebih cepat dan menurunkan berat badan secara efektif. Fitness juga cocok buat kamu yang Ingin membentuk massa otot dan meningkatkan kekuatan otot secara maksimal lewat angkat beban. Atau, kalau kamu menyukai variasi latihan yang energik seperti kardio atau sesi HIIT di gym, tipe olahraga ini bisa jadi pilihan buat kamu.

Tapi, kamu juga bisa menggabungkan keduanya dalam rutinitas mingguanmu, lho! Kombinasi antara latihan kekuatan di area gym dan kontrol otot inti lewat pilates akan memberikan hasil bugar yang seimbang dan maksimal bagi tubuhmu.

So, sudah tahu pilihan jenis olahraga mana yang mau kamu jalani, Sahabat Cantika?

Pilihan Editor: Sering Cemas Saat Nyantai? Bisa Jadi Kamu Alami Leisure Guilt

Carolyn Nathasa Dharmadhi | SVRG.ID | ALODOKTER | SYNERGISTIC MOVEMENT PHYSIOTHERAPY

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |