Risiko Penularan Hantavirus bagi Komorbid

4 hours ago 12

HANTAVIRUS yang merebak di kapal pesiar Belanda, menarik perhatian warga dunia. Meski terdengar asing bagi sebagian orang, pakar kesehatan menegaskan bahwa ini bukanlah virus baru dalam dunia medis. Hantavirus memiliki karakteristik unik karena bergantung pada jenis hewan pengerat yang membawanya dan dampak kesehatan tergantung variannya.

Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakuit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dominicus Husada menjelaskan bahwa virus ini umumnya dibawa oleh tikus. Setiap jenis tikus membawa varian virus yang spesifik sesuai wilayahnya. "Yang paling sering itu tikus. Nama latinnya beda-beda dan tiap tikus membawa virusnya sendiri-sendiri,” kata Dominicus dalam jumpa pers virtual, Jumat 8 Mei 2026.

Mekanisme Penularan dan Bahaya Komorbid

Penularan virus ini terjadi melalui partikel virus yang terdapat pada air kencing, kotoran, hingga liur tikus. Jalur utama masuknya virus ke tubuh manusia adalah melalui saluran napas, namun bisa juga melalui kulit yang luka. Gejala awal menyerupai mirip flu biasa, seperti demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Namun, fase ini bisa berubah drastis menjadi kondisi fatal, bahkan bagi individu tanpa penyakit penyerta (komorbid).

Hal ini terlihat pada kasus pasangan asal Belanda yang meninggal meski dilaporkan sehat sebelumnya. Meski demikian, keberadaan komorbid tetap menjadi faktor risiko tertinggi. "Oang yang tidak ada komorbid juga dalam risiko untuk meninggal. Tapi kalau komorbid risiko itu lebih besar," katanya, menambahkan bahwa perlindungan terhadap anak-anak dengan gangguan imun atau ginjal tidak bisa ditawar.

Tantangan Diagnosis dan Karantina

Salah satu tantangan terbesar adalah gejalanya yang sulit dibedakan denagn penyakit lain. Ia mencontohkan kasus di kapal pesiar Hondius, yang infeksi virusnya baru diketahui setelah korban meninggal. "Sampai meninggal tidak diketahui Hanta, karena tidak dites. Baru ketahuan setelah istrinya menyusul," ujar Guru Besar Bidang Ilmu PD3I Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya. 

Sedangkan di Indonesia, kendala diagnosis diperumit oleh terbatasnya reagen, pemeriksaan yang masa kedaluwarsanya pendek dan harganya mahal, sehingga pemeriksaan dipusatkan di Jakarta.

Terkait prosedur keamanan, negara-negara seperti Singapura menerapkan protokol ketat hingga 30 hari isolasi bagi orang yang terpapar. Kapal pesiar asing biasanya memiliki fasilitas medis setara ICU, namun deteksi awal tetap sulit karena masa inkubasi virus yang sangat lama, bisa mencapai 8 minggu. Seperti disebutkan sebelumnya, hal ini menunjukkan bahwa penularan sering kali terjadi sebelum penderita naik ke kapal.

Risiko Pandemi

Tak sedikit yang khawatir apakah Hantavirus, terutama varian Andes, akan menjadi pandemi seperti COVID-19. Namun, Dominicus menepis kekhawatiran tersebut karena penularannya tidak semudah virus pernapasan lainnya. "Kalau kayak COVID pasti tidak. Karena dia tidak mungkin menjadi banyak dalam waktu yang singkat," katanya.

Ia mengatakan penularan varian Andes antarmanusia memerlukan kontak yang sangat erat. Seperti tinggal serumah atau rekan kerja dalam satu ruangan kecil yang sama. Dibandingkan dengan penyakit lain seperti campak yang memiliki angka penularan sangat tinggi, potensi penularan Hantavirus jauh lebih kecil. Selain itu, Hantavirus relatif stabil dan jarang bermutasi dibandingkan dengan SARS-CoV-2, apalagi HIV yang merupakan "raja mutasi". Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk waspada namun tidak perlu panik berlebihan.

Langkah Pencegahan

Sementara itu Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, menekankan pentingnya kembali ke dasar pencegahan. "Kembali ke hal sederhana, PHBS. Mungkin ini yang paling bisa kita sosialisasikan ke seluruh masyarakat, termasuk orang tua dan anak-anak kita," kata Dr. Piprim.

Ia menambahkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah upaya yang sangat murah namun efektif untuk mencegah berbagai penyakit menular, terutama yang belum memiliki vaksin atau yang sulit dideteksi.

Imanda Zahwa berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Baca juga: Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Penularannya?

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |