Jakarta, CNN Indonesia --
Rumah Sakit Polri Kramat Jati menerima total 10 kantung jenazah korban kecelakaan maut antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Karumkit RS Polri Brigjen Prima Heru mengatakan pihaknya sudah mulai melakukan proses identifikasi terhadap seluruh korban. Ia menjelaskan seluruh korban yang diterima merupakan perempuan.
"Yang diterima saat ini 10 kantung jenazah. Perempuan semua," ujarnya kepada wartawan, Selasa (28/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan posko pengaduan dan penyerahan data antemortem juga telah dibuka sejak Senin (28/4) malam. Prima menyebut sampai saat ini baru ada 3 keluarga yang menyerahkan data tersebut ke kepolisian.
"Sudah dibuka (posko) sejak tadi malam. Sampai pukul 10.30 baru 3 keluarga yang menyerahkan," tuturnya.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin sebelumnya menyebut jumlah korban secara keseluruhan ada 14 meninggal dunia dan 84 korban luka.
Berdasar keterangan resmi Kementerian Perhubungan, insiden bermula ketika rangkaian KRL relasi Bekasi-Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85.
Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.
Sebagai dampak peristiwa tersebut, petugas kemudian memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.
Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya, sehingga terlibat insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti.
(tfq/isn)
Add
as a preferred source on Google

8 hours ago
8
















































