HAIVYA Inc. telah merilis hasil penelitian yang menunjukkan kalau inovasinya, Bioacoustic Cultivation and Communication Protocol (BCCP), merekam respons tanaman yang unik dan bisa diukur. Penelitian dilakukan terhadap tujuh spesies di empat keluarga tanaman hanya melibatkan sinyal akustik tertentu, tanpa ada penggunaan bahan kimia ataupun rekayasa genetik.
Apa yang dikembangkan Haivya, dan kini sedang dalam proses pengajuan paten, itu adalah sebuah platform modulasi presisi yang memancarkan sinyal bioakustik terstruktur ke sistem tanaman. Tak seperti paparan musik atau suara ambien, platform ini diklaim memampukan interaksi non-invasif dengan sinyal dari dalam tanaman yang mengatur pertumbuhan, perkembangan, dan ekspresi biokimiawi. Adapun setiap platform mampu mencakup area 2,3 meter persegi
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Dalam makalah pre-print dari hasil penelitian itu ditunjukkan kalau tanaman-tanaman yang seragam genetiknya yang dipaparkan ke dua protokol BCCP berbeda mengembangkan hasil keluaran berbeda yang bisa diprediksi. Satu protokol menghasilkan panenan yang lebih banyak sebesar 42 persen dibandingkan kelompok kontrolnya yang tidak mendapat papatan protokol BCCP.
Sementara yang kedua menghasilkan panenan 59 persen lebih banyak, potensi 21,5 persen lebih tinggi, siklus yang 14,2 persen lebih cepat, dan konsumsi air lebih sedikit dibandingkan kontrol -- yang seluruhnya dari genetika dan kondisi yang sama.
"Ini adalah bukti dari sebuah platform biologis yang bisa diprogram. Kami tidak sekadar menstimulasi tanaman, tapi kami menyeleksi sebuah hasil dan mendesain protokol untuk itu," ujar Haivya Founder dan ketua tim ilmuwannya, Andrea Ott-Dahl, dikutip dari synbiobeta yang terbit 14 Juli 2026.
Stimulasi Akustik
Riset stimulasi akustik sebelumnya telah mencatat respons tanaman yang terisolasi kepada satu stimuli. Haivya menyatakan mengambil pendekatan berbeda: sebuah protokol terstruktur yang mengirim sinyal bioakustik yang spesifik-spesies, yang keluarannya dipertajam oleh desain protokol maupun biologi masing-masing kultivar.
"Dengan validasi komersial yang lebih besar, BCCP memiliki potensi untuk menjadi salah satu platform optimasi tanaman non-genetik paling berarti sejak era bioteknologi modern," kata COO Haivya, Keston Ott-Dahl.
Hasil Uji
Dalam sebuah uji propagasi 100 tanaman yang dianalisis secara statistik, setek tanaman yang mendapat perlakuan BCCP menunjukkan perbaikan 25,6 persen dalam skor perakaran dibandingkan kelompok kontrol dalam satu kultivar. Sementara kultivar kedua menunjukkan sebuah keuntungan direksional dalam percabangan lateral.
Dalam uji validasi terhadap 36 tanaman yang diobservasi satu per satu, tanaman yang mendapat perlakuan BCCP memproduksi secara total 90 persen biomassa yang bisa dijual yang lebih banyak. Selain itu, 120,9 persen bunga premium yang lebih banyak. Semua dibandingkan dengan kelompok kontrolnya dan menggunakan lebih sedikit air per gram output dengan potensi biokimia yang tetap setara.
Di semua spesies yang dievaluasi, tanaman yang mendapat perlakuan BCCP mengembangkan sistem perakaran yang lebih baik. Begitu juga dengan percabangan lateral dari tahapan perkembangan paling awal--keuntungan struktural yang melandasi dan mendukung peningkatan panenan antara 29 hingga lebih dari 100 persen, bergantung spesies dan konfigurasi protokol.
Transisi reproduktif yang lebih awal dan lebih seragam juga terdokumentasi di banyak spesies. Ini disebutkan sebagai sebuah temuan dengan implikasi langsung kepada petani atau penanam di mana panenan yang lebih teratur dan bisa diprediksi akan mengurangi ongkos dan risiko.
Dalam kacang kedelai, salah satu komoditas pangan yang paling luas di tanam di dunia, tanaman BCCP mencapai kematangan reproduktif lebih cepat dan lebih seragam daripada kelompok kontrolnya, dengan pod count yang 46 persen lebih besar. Dalam basil, BCCP mempercepat pembungaan dan memproduksi biomassa 45,6 persen lebih banyak, dan di cabai jalapeno ada peningkatan 171 persen dalam hasil buah.
Haivya juga mencatat peningkatan akspresi anthocyanin pada sejumlah jenis tanaman komoditas dengan nilai ekonomi tinggi. Anthocyanin adalah senyawa pigmen antioksidan dam penanda ikatan biokimia. Bahkan pada cabai bell, Haivya bisa lebih jauh mendemonstrasikan kemampuan mengaktivasi pigmentasi buah dengan mengubah protokolnya saja.
Secara keseluruhan, Haivya menyatakan temuan ini mengungkap kalau BCCP bisa menyebabkan sebuah mekanisme respons biologis yang sama di banyak spesies dan mengarahkannya. Perusahaan rintisan teknologi pertanian yang berbasis di California, AS, ini telah mematenkan platform BCCP yang dikembangkannya tersebut.
















































