JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bayang-bayang eskalasi konflik global kembali menghantam pasar keuangan. Nilai tukar rupiah tak mampu bertahan dan harus mengakhiri perdagangan dengan pelemahan, terseret sentimen geopolitik yang kian memanas.
Pada penutupan perdagangan Kamis (30/4/2026), rupiah melemah 20 poin atau 0,12 persen ke posisi Rp 17.346 per dolar Amerika Serikat, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 17.326 per dolar AS.
Pengamat ekonomi mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai tekanan terhadap rupiah dipicu rencana Presiden AS Donald Trump yang tengah mempertimbangkan blokade laut berkepanjangan terhadap Iran.
“Kekhawatiran atas skenario tersebut diperparah oleh laporan bahwa beberapa eksekutif minyak Amerika terkemuka bertemu dengan Trump di Gedung Putih untuk membahas bagaimana membatasi dampak konflik terhadap masyarakat Amerika,” kata Ibrahim dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (30/4/2026), dikutip dari Antara.
Menurutnya, langkah tersebut berpotensi memicu reaksi keras dari Iran, termasuk kemungkinan mempertahankan penutupan Selat Hormuz—jalur vital yang selama ini menopang sekitar 20 persen distribusi minyak dunia.
Sejak akhir Februari 2026, arus pelayaran di kawasan tersebut dilaporkan melambat akibat gangguan yang terjadi, sehingga memicu kekhawatiran akan terganggunya pasokan energi global.
Di sisi lain, upaya Washington membangun koalisi internasional untuk membuka kembali jalur tersebut belum membuahkan hasil signifikan. Sejumlah sekutu utama disebut enggan terlibat lebih jauh dalam konflik yang berpotensi meluas.
“Trump telah berulang kali meminta negara lain untuk membantu membuka kembali Hormuz, meskipun sekutu utama AS sebagian besar menolak untuk membantu. Ia terlihat mengecam anggota NATO karena tidak membantu AS dan Israel secara militer selama konflik tersebut,” ujar dia.
Situasi semakin kompleks lantaran negosiasi antara AS dan Iran terkait isu nuklir belum menemukan titik temu. Meskipun terdapat upaya perpanjangan gencatan senjata, kedua pihak masih bersikukuh pada posisi masing-masing.
Tak hanya itu, dinamika di internal bank sentral AS juga turut memberi tekanan tambahan bagi pasar. Ibrahim mengungkapkan adanya pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell terkait suksesi kepemimpinan yang memicu kekhawatiran baru.
“Selain itu, Ketua Fed Jerome Powell mengucapkan selamat kepada Kevin Warsh karena telah melewati tahap pertama dalam perjalanannya untuk menjadi penggantinya sebagai Ketua Fed. Ia mengatakan bahwa ia akan tetap menjabat sebagai gubernur sampai tekanan politik mereda, dan menambahkan bahwa ‘independensi Fed berada dalam risiko,’” ungkap Ibrahim.
Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis Bank Indonesia juga menunjukkan tren serupa. Nilainya tercatat melemah ke posisi Rp 17.378 per dolar AS, dari sebelumnya Rp 17.324 per dolar AS. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.



















































