5 Bupati Jateng Kena OTT KPK, Gubernur Luthfi: Capek Saya

11 hours ago 19

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG  — Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi mengaku capek mengingatkan para bupati/wali kota di wilayahnya agar tak melakukan korupsi. Pernyataannya menanggapi terciduknya Bupati Pemalang Anom Widyantoro dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Anom menjadi bupati kelima dari Jateng yang ditangkap lembaga antirasuah sepanjang 2026.

“Saya sebagai Gubernur sangat prihatin sekali dan sangat menyesal sekali yang sedalam-dalamnya,” kata Luthfi di kantornya saat ditanya tanggapannya oleh awak media soal penangkapan Bupati Pemalang Anom Widyantoro, Rabu (29/7/2026).

Luthfi mengungkapkan, dia telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya korupsi di wilayahnya. Upaya tersebut turut melibatkan para bupati/wali kota se-Jateng. 

“Saya sudah melakukan banyak langkah untuk Provinsi Jawa Tengah, dari mulai ikut retret, Korsupgah (KPK) sudah kita undang, kemudian Deputi Pencegahan sudah kita lakukan, kemudian bikin MoU dan pakta integritas sudah kita lakukan. Kemudian saya kumpulin sudah, sampai nyiyir kita menyampaikan,” ucap Luthfi. 

Namun hal itu ternyata tak membuat kepala daerah di Provinsi Jateng tak terlibat penyelewenangan atau korupsi. Ketika ditanya apakah akan ada langkah atau upaya lain untuk mencegah bupati/wali kota di Jateng melakukan korupsi, Luthfi merasa bingung. 

Opo meneh yo aku sing urung (apalagi ya aku yang belum). Sudah capek,” ujar Luthfi berseloroh. 

Ketika ditanya soal dugaan jual beli jabatan yang dilakukan Bupati Pemalang Anom Widyantoro, Luthfi masih enggan berkomentar. “Tunggu keterangan resmi dari KPK. Nanti aku kalau ngomong salah lagi,” katanya. 

Berita Lainnya

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |