Album Drake Kuasai Billboard 200, Termasuk yang Soroti Isu Palestina

5 hours ago 11

Rapper Drake. Drake menjadi menjadi musisi pertama yang berhasil menempatkan tiga album sekaligus di posisi tiga besar tangga lagu Billboard 200 dalam waktu bersamaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Drake kembali mencetak sejarah di industri musik global. Rapper asal Kanada berusia 39 tahun itu menjadi musisi pertama yang berhasil menempatkan tiga album sekaligus di posisi tiga besar tangga lagu Billboard 200 dalam waktu bersamaan.

Album Iceman, Habibti, dan Maid of Honour yang dirilis pada Jumat (15/5/2026) debut di posisi pertama, kedua, dan ketiga tangga lagu pekan ini. Billboard menyebut pencapaian tersebut belum pernah teejadi sejak sistem charts mulai diterbitkan setiap pekan pada Maret 1956.

Keberhasilan album Iceman mewakili album nomor satu ke-15 Drake di AS, yang membuatnya melampaui Jay-Z sebagai artis solo pria dengan album nomor satu terbanyak AS. Drake kini sejajar dengan Taylor Swift dalam daftar artis solo dengan koleksi album nomor satu terbanyak. Sementara itu, rekor keseluruhan masih dipegang The Beatles dengan total 19 album nomor satu.

Drake mencetak rekor serupa di Inggris dengan menjadi artis pertama yang memiliki tiga album di 10 besar, demikian dilansir dari Independent, Senin (25/5/2026). Namun, sementara Iceman menduduki puncak tangga lagu Inggris, Maid of Honour berada di peringkat keenam dan Habibti di peringkat ketujuh.

Pada album Iceman, Drake juga secara mengejutkan melakukan "diss" atau kritik terhadap DJ Khaled. Dalam lagu "Make Them Pay" yang merupakan track ketujuh di album Ice Man, Drake secara langsung mengkritisi sikap bungkam DJ Khalid terhadap isu Palestina.

"Dan, Khaled, kau tahu maksudku/ Perseteruan benar-benar terjadi, tapi kamu malah jadi halal (cari aman) dan dekat dengan agama/ dan orang-orang mu masih menunggu kamu bilang free palestine/ tapi ternyata semuanya tidak hitam dan putih dan merah dan hijau," demikian lirik dalam lagu tersebut.

Lirik itu dianggap sebagai sindiran langsung kepada DJ Khaled, yang memiliki darah Palestina, namun tak pernah bersuara untuk Palestina. Khaled bahkan pernah dikritik oleh sebagian penggemar dan aktivis karena tidak secara terbuka menyuarakan dukungan terhadap Gaza di tengah perang yang masih berlangsung.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |