REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah di Bandung Raya, termasuk Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat dalam beberapa hari terakhir di fase musim kemarau ini berkaitan dengan operasi modifikasi cuaca (OMC). Modifikasi cuaca dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Perum Jasa Tirta II dari 81-22 September 2026 dari Pangkalan Udara (Lanud) Husein Sastranegara, Bandung.
Operasi tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan awan hujan yang tersedia secara alami agar menghasilkan tambahan curah hujan di wilayah tangkapan air. "Iya (berhasil menurunkan hujan). Hasil monitoring hujan ini wilayah tengah Jabar, Barat, Tengah Timur ada ringan hingga lebat. Yang sangat lebat itu Bogor, Bandung Barat, tapi sisanya ringan ke sedang, jadi belum merata," kata Observer dan Forescaster BMKG Bandung Muhamad Iid Mujtahiddin saat dikonfirmasi, Senin (21/9/2026).
Modifikasi cuaca ini, kata dia, dilakukan untuk meningkatkan curah hujan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum untuk mengisi kembali pasokan air waduk kaskade, yaitu Waduk Saguling, Cirata, dan Jatiluhur, di tengah musim kemarau. Selain tentunya mengurangi dampak kekeringan yang dialami masyarakat.
Operasi dilakukan dengan memanfaatkan pertumbuhan awan hujan yang tersedia di wilayah sasaran. Sehingga operasi dilakukan dengan memanfaatkan pertumbuhan awan hujan yang tersedia di wilayah sasaran.
"Kita melihat ada potensi pertumbuhan awan hujan di tanggal 81-22 September sehingga dari Deputi Modiifikasi Cuaca melalukan operasi, ada permintaan dari user, Perum Jasa Tirta II untuk pengisian waduk dan kalau ada hujan membantu masyarakat yang kekeringan," ungkap Iid.
Dia berkata, periode saat ini masih masuk musim kemarau yang diperkirakan akan berlangsung hingga Oktober mendatang. Meski begitu, potensi pertumbuhan awan hujan tetap ada di musim kemarau meskipun tidak merata.
"BMKG memprakirakan cuaca kita masih berada pada periode musim kemarau yang memang ada dampak dari El Nino aktif yang mempengaruhi curah hujan. Tapi memang kemarau ini bukan tidak ada hujan sama sekali," kata Iid.

8 hours ago
31
















































