SUTRADARA peraih Oscar Christopher Nolan menyebut akal imitasi (AI) sebagai “Kuda Troya” yang ancamannya sudah disadari banyak orang. Menurutnya, tingginya skeptisisme publik terhadap AI, terutama di kalangan anak muda, merupakan respons yang positif di tengah pesatnya perkembangan teknologi tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Nolan saat diwawancarai kreator konten Hugo Travers atau HugoDécrypte di YouTube. Travers mengaitkan AI dengan Kuda Troya, elemen penting dalam film terbaru Nolan, The Odyssey. Ia bertanya apakah AI dapat menjadi sesuatu yang awalnya diterima dalam kehidupan sehari-hari, tapi kemudian berubah menjadi sesuatu yang lebih gelap.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Saya pikir AI adalah Kuda Troya yang semua orang sudah tahu orang-orang Yunani ada di dalamnya,” kata Nolan menanggapi hal itu, dikutip dari laporan Tech Crunch, 19 Juli 2026. Ia kemudian menambahkan bahwa teknologi tersebut merupakan “kuda yang transparan, terbuat dari kaca.”
Nolan menilai belum pernah ada teknologi yang berkembang begitu cepat, tapi pada saat yang bersamaan juga mendapat penolakan besar dari masyarakat.
“Kecurigaan semua orang terhadapnya begitu besar, terutama anak muda. Reaksi terhadap video AI di internet, dan orang-orang seusia anak-anak saya yang langsung menyebutnya ‘AI slop’, menciptakan istilah itu, lalu langsung memasukkannya ke dalam satu kategori,” tuturnya.
Menurut Nolan, sikap kritis masyarakat terhadap AI justru penting agar teknologi tersebut tidak diterima begitu saja tanpa mempertanyakan dampak maupun kepentingan pihak yang mengembangkannya.
“Ini adalah skeptisisme yang sangat sehat, karena teknologi akan selalu memberi kita hadiah-hadiah besar, seperti yang Anda katakan, tetapi harus dipandang dengan sikap skeptis,” ucapnya.
Ia melanjutkan, “Motif orang-orang yang memberikannya kepada kita juga harus dipandang dengan skeptis. Dengan begitu, kita akan memperoleh manfaat terbaik dari teknologi baru, bukan sekadar memiliki keyakinan buta bahwa semuanya akan berjalan baik.”
Meski demikian, Nolan tidak menjelaskan secara spesifik ancaman AI yang ia maksud. Kekhawatiran terhadap AI sendiri telah menjadi isu besar di industri Hollywood, termasuk saat aksi mogok penulis dan aktor pada 2023. Organisasi Directors Guild of America (DGA), yang dipimpin Nolan sebagai presiden, juga memperoleh sejumlah perlindungan terkait penggunaan AI generatif dalam kontrak kerja terbarunya.
Nolan selama ini dikenal sebagai sosok yang berhati-hati terhadap adopsi teknologi baru. Ia tetap memilih menggunakan film seluloid dalam proses produksi dan menjadikan The Odyssey sebagai film panjang pertama yang seluruh proses pengambilan gambarnya dilakukan menggunakan film dan kamera IMAX.
Dalam wawancara terpisah dengan The New York Times, Nolan menolak disebut sebagai teknofobia. “Saya menganggap diri saya seorang techno-skeptic,” katanya. Ia menjelaskan bahwa dirinya menerima perkembangan teknologi, tapi menilai teknologi baru sering kali dipromosikan dengan mengorbankan sistem lama yang sebenarnya masih relevan.
“Saya selalu menerima teknologi baru, tapi teknologi itu sering dipasarkan kepada orang-orang dengan mengorbankan sistem yang sebenarnya masih sah dan masih layak digunakan,” kata Nolan. “Itulah yang saya lihat terjadi di industri saya, membuang sesuatu yang masih berharga bersama hal-hal yang tidak diperlukan. Kami hampir kehilangan film!”
















































