Dadan Usai Haji: Pagi Temani Prabowo, Malam Dicopot, Besoknya Ditahan

2 hours ago 16
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Bekas Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menahan Dadan di Rutan Salemba untuk keperluan penyidikan, Rabu (3/6).

Penetapan Dadan sebagai tersangka hanya berselang hari setelah Presiden Prabowo Subianto mencopotnya dari jabatan Kepala BGN, Selasa (2/6) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal pagi harinya, Dadan menghabiskan waktu bersama Prabowo meninjau langsung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Palmerah, Jakarta Barat.

Dadan bahkan harus mempercepat kepulangannya dari ibadah haji demi menemani agenda presiden tersebut.

Malam itu, Dadan tentunya tak menyangka bakal dijemput paksa oleh aparat tak lama setelah pengumuman dari Istana tentang pencopotannya.

Buru-buru pulang haji

Sebelum terjerat kasus, Dadan sempat menunaikan ibadah haji pada 20 Mei lalu. Ia berangkat melalui jalur reguler, yakni jalur yang diselenggarakan Kementerian Agama dengan biaya lebih terjangkau dan masa tunggu lebih panjang.

Dadan dijadwalkan pulang ke tanah air pada 4 Juni. Namun, ia mempercepat kepulangannya karena ada agenda penting bersama Presiden Prabowo Subianto pada Selasa, 2 Juni.

Temani Prabowo kunjungi SPPG

Selasa (2/6) pagi, Prabowo meninjau langsung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Palmerah, Jakarta Barat.

Dadan menyambut langsung kedatangan Prabowo pada pukul 09.30 WIB, bersama Kepala SPPG Palmerah.

Prabowo saat itu meninjau berbagai area SPPG, mulai dari area green house, fasilitas hidroponik dan bioflok, hingga dapur.

Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan sarana, sistem operasional, serta rantai pendukung dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi nasional sesuai dengan standar.

Pada siang harinya, Prabowo melanjutkan tinjauan ke SMPN 111 Jakarta. Dalam peninjauan tersebut, Prabowo memasuki sejumlah ruang kelas untuk melihat langsung pelaksanaan program MBG.

Prabowo menyaksikan ketika para siswa menikmati hidangan yang disediakan. Prabowo juga menyempatkan diri berbincang dengan para murid.

Dicopot Prabowo

Pada malam harinya, Prabowo mencopot Dadan beserta dua wakil kepala BGN, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan selama 1,5 tahun, ada catatan-catatan terhadap pelaksanaan program MBG.

"Ada yang berkenaaan dengan masalah kedisiplinan di dalam menjalankan SOP, ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan di dalam menjalankan tata kelola, termasuk kedisiplinan di dalam menjaga kualitas dari makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional," kata Prasetyo Hadi dalam konferensi pers, Selasa (2/6).

Posisi Dadan digantikan oleh Nanik Sudaryati Deyang. Sementara wakil kepala BGN kini dijabat Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.

Dadan sempat bersuara usai dicopot Prabowo. Ia mengatakan pergantian posisi merupakan hak mutlak presiden.

"Pergantian Anggota Kabinet merupakan hak mutlak penuh Bapak Presiden RI. Beliau paham betul yang terbaik untuk melaksanakan program kerja yang dicanangkan," kata Dadan kepada wartawan, Selasa.

Dadan lantas mengucapkan terima kasih kepada Prabowo atas kesempatan yang diberikan di kabinet. Ia yakin Prabowo akan memimpin Indonesia dengan sukses dan membawa kesejahteraan.

"Saya berterima kasih tidak terhingga karena telah diberi kesempatan menjadi Anggota Kabinet Merah Putih yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya," ujarnya.

Dadan juga mengucapkan selamat kepada para pimpinan baru di BGN. Ia percaya program besutan Prabowo tersebut akan semakin membawa manfaat bagi para penerima.

"Selamat bekerja kepada Pimpinan BGN yang baru. Insyaallah akan membawa program MBG makin berkualitas dan bermafaat untuk seluruh Penerima Manfaat," ucapnya.

Dijemput paksa

Tak lama setelah pengumuman pencopotan Dadan oleh pihak Istana, penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus bergerak menjemput paksa Dadan malam-malam di kediamannya di Bogor.

Dadan yang memakai kaus polo hitam digiring penyidik menuju sebuah mobil. Malam itu juga ia diperiksa secara intensif di Gedung Bundar Kejagung.

Selain Dadan, Kejagung turut membagikan momen penjemputan paksa terhadap eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.

Lodewyk dijemput paksa di rumahnya, kawasan Matraman, Jakarta.Sony Sonjaya dibawa dari sebuah hotel di Jakarta. Kejaksaan Agung tidak merinci nama hotel tempat Sony dijemput paksa.

Kantor BGN digeledah Kejagung

Malam berganti hari, Rabu (3/6) pagi buta, Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) menggeledah kantor BGN. Penyidik datang selepas tengah malam pukul 02.00 WIB.

Karena penggeledahan ini, karyawan dan staf tak bisa memasuki gedung.

Menurut sumber CNN Indonesia, saat penggeledahan, Dadan sudah berada di Kejagung.

Penggeledahan kantor BGN ini sendiri dilakukan setelah ramai isu dugaan praktik jual beli titik SPPG.

"Pintu masuknya itu, setelah itu baru masuk nanti jual-beli titik yang dilakukan oleh oknum (BGN)," ujar sumber CNN Indonesia lainnya.

Selain Dadan, Kejagung juga memeriksa dua orang lainnya terkait kasus di BGN. Keduanya yakni eks wakil kepala BGN, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya.

Dadan Cs ditahan

Pada pukul 17.00 WIB, Dadan keluar dari gedung Kejagung dengan mengenakan rompi tahanan berwarna merah muda atau pink.

Ia tertunduk lesu dan memasuki mobil tahanan. Dadan bungkam terhadap pertanyaan sejumlah wartawan di lokasi.

Tak lama kemudian, Sony dan Lodewyk juga keluar dengan mengenakan rompi pink dari gedung Kejagung.

Ketiganya resmi ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung.

"Pada kesempatan hari ini, Rabu, 3 juni 2026, tim penyidik Jampidsus setelah melakukan rangkaian penyidikan telah menetapkan 3 orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan tata kelola program Makan Bergizi Gratis atau MBG pada Badan Gizi Nasional (BGN) pada tahun 2025-2026 ," ujar Plh Kapuspenkum Kejagung, Mochamad Jeffry dalam konferensi pers di depan Gedung Bundar Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (3/6).

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi menjelaskan penetapan tersangka tiga mantan petinggi BGN ini terkait dugaan korupsi mark up proyek pengadaan sejumlah barang, termasuk motor listrik, sepatu, dan tablet.

"Pengadaan motor listrik sebanyak 21.801 unit dengan total pengadaan sekitar Rp1 triliun, pengadaan 32.000 pasang sepatu yang tidak sesuai ketentuan dan adanya mark up, pengadaan tablet sebanyak 31.000 sekian yang tidak sesuai ketentuan dan adanya mark up, dan pengadaan tv 75 inchi sebanyak 5.400 unit yang tidak sesuai ketentuan dan adanya mark up," kata Syarief dalam konferensi pers di Kejaksaan Agung.

Syarief berujar dari kasus dugaan mark up ini, negara mengalami kerugian. Para tersangka disangkakan melanggar Pasal 603 dan pasal 604 Juncto pasal 20 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Syarief menerangkan dugaan permasalahan awal terjadi ketika penunjukan yayasan sebagai pengelola SPPG atau dapur MBG.

Sejumlah yayasan ternyata terafiliasi dengan pejabat atau karyawan BGN dan tak memenuhi syarat untuk menjadi mitra SPPG. Karena afiliasinya, yayasan ini tetap ditunjuk dan dilakukan pengaturan verifikasi dengan adanya atensi dari Dadan, Lodewyk, dan Sony.

"Dan yayasan-yayasan tersebut mendapatkan insentif miliaran rupiah setiap hari. Dan yayasan-yayasan tersebut terafiliasi di antaranya dimiliki oleh saudara DH, saudara SS, dan saudara LP," ujarnya.

Rumah Dadan Cs digeledah

Selain kantor BGN, kediaman Dadan, Lodewyk, dan Sony turut digeledah oleh Kejagung.

Syarief mengatakan ada enam lokasi yang digeledah dalam kasus ini. Beberapa lokasi dimaksud yakni kantor BGN dan rumah ketiga eks petinggi BGN.

Syarief menjelaskan dari hasil penggeledahan itu, penyidik menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen, dan barang elektronik berupa laptop dan HP.

Prabowo buka suara

Prabowo sudah angkat suara mengenai pencopotan hingga penetapan tersangka para mantan petinggi BGN.

Dalam pernyataan di Rapat Konsolidasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Prabowo mengaku sedih karena harus mencopot Dadan, Lodewyk, dan Sony yang notabene orang-orang yang ia percaya.

"Saya sebetulnya, hari ini, saat ini sebetulnya saya sedih. Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam dalam keadaan sedih. Karena, saya terpaksa mengganti orang-orang yang saya, sebenarnya yang saya sayangi, orang yang saya percaya, orang yang saya berikan tugas untuk negara yang sangat berat," ujar Prabowo di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Rabu.

Meski begitu, Prabowo enggan banyak berkomentar karena ketiganya tersandung masalah hukum. Ia tak ingin dianggap memengaruhi jalannya penyelidikan.

"Yang jelas, mengganti mereka [di BGN] tidak ringan bagi saya. Tapi, saya ingat kata almarhum ayahanda saya, Prof Sumitro, pernah mengatakan kepada saya, 'Prabowo kalau satu saat dalam bingung, keadaan ragu, ingat! Berpihaklah selalu kepada rakyatmu'," kata Prabowo.

Masih dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengatakan ia sebetulnya sudah mendapat laporan soal indikasi penyelewengan di BGN. Oleh karena itu, ia mengkroscek laporan tersebut ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) hingga Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"Jadi saya waktu dapat laporan itu, saya panggil Kepala BPKP dan juga kepala PPATK dan pejabat lain, tolong saya dapat laporan tentang BGN ini," kata dia.

Prabowo menekankan komitmen untuk menjaga integritas dan keberhasilan program MBG andalannya. Dia menegaskan tidak ada ruang bagi penyimpangan dan penyalahgunaan kepercayaan.

(blq/gil)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |