INFO TEMPO - Pertumbuhan bisnis di lokapasar (marketplace) sering kali menghadirkan tantangan baru bagi pelaku usaha. Ketika pesanan meningkat, pengelolaan stok, pembaruan harga, hingga proses distribusi menjadi semakin kompleks, terutama jika dilakukan di banyak kanal penjualan sekaligus.
Situasi itu juga sempat dialami Angola, brand home living yang telah hampir satu dekade berjualan di berbagai marketplace Indonesia. Saat volume transaksi terus bertambah, tim internal mulai menghadapi persoalan operasional yang makin sulit ditangani secara manual.
“Dulu, saat kampanye besar berlangsung, tim kami cukup kewalahan. Pembaruan harga dan stok harus dilakukan satu per satu di setiap marketplace. Risiko overselling juga cukup tinggi karena data belum tersinkron secara real-time,” ujar E-Commerce Manager Angola.
Kondisi tersebut mendorong Angola mulai membenahi sistem operasional mereka pada 2022 melalui penggunaan platform manajemen omnichannel BigSeller. Transformasi ini bukan sekadar pergantian perangkat lunak, melainkan langkah fundamental untuk membangun ekosistem bisnis yang lebih cerdas.
Perlengkapan rumah tangga modern untuk hunian idaman yang nyaman. Dok. Angola-bigsaller
Sejak saat itu, sejumlah proses operasional menjadi lebih sederhana. Manfaat yang dirasakan antara lain:
-
Sinkronisasi Stok Otomatis: Menghilangkan risiko overselling secara total. Stok di seluruh marketplace kini terbarui secara real-time, memberikan ketenangan pikiran bagi manajemen saat menghadapi lonjakan traffic kampanye besar.
-
Efisiensi Manajemen Produk: Fitur pembaruan massal memungkinkan tim untuk mengubah harga, deskripsi, dan promosi di seluruh kanal hanya dengan beberapa klik. Hal ini menghemat waktu operasional hingga puluhan jam setiap minggunya.
-
Manajemen Gudang yang Presisi: Klasifikasi barang berbasis data (frekuensi penjualan dan nilai barang) mempermudah proses picking dan packing, yang berkontribusi langsung pada peningkatan akurasi pengiriman dan kepuasan pelanggan.
-
Optimalisasi Sumber Daya Manusia: Melalui fitur pelaporan BigSeller, Angola kini mampu memantau produktivitas staf secara transparan. Evaluasi berbasis data objektif ini membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih adil dan pelatihan yang lebih tepat sasaran.
Empat tahun pasca-implementasi, dampak positif dari integrasi ini terlihat jelas pada metrik bisnis Angola. Brand ini kini sukses mengelola puluhan juta pesanan tahunan dengan tingkat kepuasan pelanggan yang sangat tinggi, yakni di angka 97-98 persen. Dengan lebih dari 3,5 juta pengikut di seluruh kanal, Angola tidak hanya tumbuh dari sisi volume, tetapi juga dari sisi reputasi.
"Dengan sistem yang kini jauh lebih rapi dan terpusat, tim kami tidak lagi tersita energinya untuk hal-hal administratif yang repetitif. Sekarang, kami bisa sepenuhnya fokus pada strategi inovasi produk dan meningkatkan pengalaman pelanggan," tulis manajemen Angola.
Memantau data operasional melalui layar monitor. Dok. Angola-bigsaller
Fondasi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
Perwakilan BigSeller Indonesia menegaskan bahwa kisah Angola adalah contoh nyata bagaimana teknologi menjadi fondasi bagi brand untuk naik kelas.
"Banyak brand sukses secara penjualan, namun seringkali tersandung di aspek operasional saat skala bisnisnya membesar. Angola adalah bukti bahwa investasi pada sistem operasional yang tepat bukan sekadar biaya, melainkan pendorong pertumbuhan yang berkelanjutan," tutur Digital Public Relation BigSeller Budiman Laia.
Transformasi Angola membuktikan bahwa di tengah dinamika pasar e-commerce Indonesia yang sangat kompetitif, efisiensi operasional adalah kunci. Dengan fondasi sistem yang solid, Angola kini berada di posisi yang jauh lebih kuat untuk terus mendominasi pasar dan memberikan yang terbaik bagi jutaan rumah tangga di Indonesia. (*)
















































