Deret 'Teror Pocong' di Banten hingga Bali, Polisi Gelar Patroli Siber

12 hours ago 18

Jakarta, CNN Indonesia --

Kabar mengenai sosok 'pocong' gentayangan membuat resah warga terutama di sejumlah daerah di Pulau Jawa hingga Bali dalam beberapa pekan terakhir di bulan Mei ini.

Kejadian beredarnya berlagak ala pocong alias cosplay hantu berselubung berkain kafan itu sempat dikaitkan dengan teror atau perbuatan kriminalisme.

Polisi pun turun tangan, bahkan sampai melakukan patroli siber dan lapangan untuk menyelidikinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah orang pun telah diamankan kepolisian dari mulai di Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Bali.

Berikut rangkuman beberapa peristiwa terkait isu pocong gentayangan yang terjadi di Banten hingga Bali beberapa pekan terakhir.

Banten

Video viral perihal kemunculan pocong pertama kali menyelimuti wilayah Tangerang Raya, Banten.

Polisi sampai turun tangan menindaklanjuti video yang telah membuat resah warga tersebut.

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, meminta warga untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dengan tidak mudah mempercayai serta menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

"Masyarakat kami minta tetap tenang, tingkatkan kewaspadaan lingkungan, dan jangan mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Jika menemukan aktivitas mencurigakan, segera laporkan kepada kepolisian atau melalui layanan call center 110 yang aktif 24 jam," ujar Maruli di Serang, Kamis (21/5).

Sebagai tindak lanjut atas keresahan warga tersebut, Polda Banten bersinergi dengan aparat wilayah baik di Tangerang maupun Tangerang Selatan untuk meningkatkan patroli kewilayahan guna memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

Dalam proses penyelidikan, polisi mengungkap sosok pocong tersebut ternyata seorang pengamen yang mengenakan kostum atau cosplay pocong.

DKI Jakarta

Tak lama kejadian itu, kabar perihal teror pocong keliling merembet ke Jakarta. Tepatnya di Kalideres, Jakarta Barat.

Foto penampakan 'pocong' diunggah pengguna media sosial yang menyebutkan kemunculan sosok berkain putih itu muncul di depan rumah neneknya di wilayah yang merupakan perbatasan DKI Jakarta dan Tangerang, Banten itu.

Masih dalam narasi yang beredar, muncul dugaan aksi teror pocong tersebut menjadi modus kejahatan yaitu pencurian, perampokan, dan menakut-nakuti warga.

Kapolsek Kalideres, Kompol Rihold Sihotang, mengatakan pihaknya menelusuri kabar tersebut, dan belum ada laporan polisi terkait isu pocong dimaksud.

Setelah melakukan pengecekan ke lokasi, polisi memastikan isu 'pocong' jadi-jadian di Jakarta Barat tidak benar atau hoaks.

"Kita sudah cek melalui bhabinkamtibmas kita, unit reskrim. Yang disampaikan yang di medsosnya itu, enggak ada kejadian seperti itu," ujar Rihold.

"Memang warga di situ (Kalideres) juga sudah dapat informasi kayak seperti Tangerang, di tempat-tempat lain ada seperti itu katanya, masih simpang siur. Hoaks," sambungnya.

Jawa Barat

Kepolisian dibuat tak berhenti untuk menindaklanjuti informasi mengenai dugaan teror pocong. Depok menjadi salah satu daerah yang ada kabar tersebut.

Dari foto yang viral di media sosial, kejadian teror pocong disebut terjadi pada Sabtu (23/5) pukul 01.00 WIB di Jalan Al Ikhlas.

Kapolsek Cimanggis, Depok, Kompol Jupriono mengatakan pihaknya telah mengecek tempat kejadian perkara (TKP). Berdasarkan keterangan warga, foto pocong tersebut adalah tidak benar.

"Menurut keterangan dari Bapak Ustaz Agus Salim, bahwa kejadian foto yang beredar di media sosial bahwa pocong sudah tertangkap itu tidak benar atau hoaks," ujar Jupriono.

Jupriono mengungkapkan foto tersebut merupakan editan. Sementara foto aslinya adalah warga tengah duduk menanti waktu salat.

Di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, juga tak lepas dari isu 'teror pocong'. Namun, dari penelusuran polisi, video yang beredar soal isu 'pocong' di Bekasi itu adalah hasil rekayasa akal imitasi (AI). .

"Kami perlu melakukan klarifikasi untuk meluruskan serta meredam berita viral soal penampakan pocong ini agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat," kata Kapolsek Cikarang Utara, Polres Metro Bekasi AKP Noach Hendrik di Cikarang, Selasa lalu, dikutip dari Antara.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui foto viral tersebut merupakan hasil rekayasa digital editing yang dibuat seorang pria inisial RS (32), warga Kampung Kamurang, Desa Pasir Sari, Kecamatan Cikarang Selatan.

Peristiwa itu bermula pada Minggu (24/5) pukul 23.00 WIB ketika Ridwan memotret halaman depan rumah di wilayah Blok Asem, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara.

Setelah itu, ia mengunduh gambar pocong dari internet dan mengedit menggunakan aplikasi telepon genggam dengan menyisipkan gambar tersebut ke foto rumah.

Foto hasil editan itu kemudian dibagikan ke grup WhatsApp keluarga dengan keterangan tulisan 'Apa tuh di rumah Mak Ebot'. Namun, gambar tersebut akhirnya menyebar luas hingga menimbulkan keresahan di masyarakat.

"Setelah dilakukan pengecekan dan klarifikasi, foto tersebut dipastikan merupakan hasil editan atau hoaks. Yang bersangkutan telah mengakui perbuatannya dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi," ujarnya.

Selain itu, Noach mengatakan RS juga telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui video klarifikasi.

"Jangan mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya atau berita hoaks karena dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat," kata dia.

Selain itu, masih di Jawa Barat, Polresta Cirebon juga turun tangan menelusuri kabar viral teror pocong begal ramai beredar di media sosial yang meresahkan masyarakat di Kota Udang itu.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama mengatakan pada Selasa (26/5), hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan maupun menemukan kasus kejadian terkait isu tersebut di wilayahnya.

Polisi juga telah memeriksa dan tidak menemukan fakta ada "teror pocong", sebagaimana ramai dibahas di media sosial.

"Kami meminta warga tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya," kata Imara mengutip Antara, Rabu (27/5).

Warga di Garut, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang juga tak lepas dibuat gaduh dengan kabar teror pocong. Namun, setelah ditelusuri oleh polisi, kabar tersebut ternyata bohong belaka.

Kabar mengenai teror pocong di permukiman warga ini menjadi meresahkan setelah sejumlah warganet mengunggah informasinya di media sosial.

"Diimbau buat warga Garut kata tmn saya sudah beredar pocong gadungan di daerah Garut, katanya sudah ada di Babakan Abid dan Karangpawitan menurut teman saja," tulis pemilik akun @add menyampaikan informasi tersebut.

Kasi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adi memastikan jika informasi tersebut adalah hoaks.

"Kami pastikan bahwa informasi tersebut tidak benar," ujar Adi kepada detikJabar, Selasa, (26/5).

Sementara di Kecamatan Padalarang dan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), warga diresahkan diduga sosok berbalut kain kafan yang kabarnya mengetuk kaca dan pintu rumah di malam hari.

Merespons hal tersebut, Unit Reskrim Polsek Padalarang langsung bergerak mengumpulkan keterangan warga. Dugaan awal, pelaku merupakan manusia yang sengaja berniat buruk.

"Ya, kami sudah dapat informasi terkait keberadaan sosok yang disebut pocong oleh warga. Tapi laporan resmi dari warga belum ada, kami menelusuri informasi dari media sosial," kata Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat.

"Sudah, anggota sudah turun mengecek lokasi untuk penyelidikan. Sekarang masih mengumpulkan keterangan warga, keyakinan warga juga sosok itu orang yang punya niat buruk karena melakukan teror di malam hari," lanjutnya.

Berbeda dengan di KBB, teror pocong yang dikabarkan terjadi di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, dibumbui dengan beredarnya sebaran informasi pocong 'jadi-jadian' yang membawa senjata tajam (sajam).

Kasat Reskrim Polres Sumedang, AKP Tanwin Nopiansyah, langsung menepis kabar burung tersebut.

"Jadi, untuk kabar itu kami tegaskan di wilayah hukum Polres Sumedang itu tidak ada. Baik itu di Polsek, jajaran Polsek, dan baik itu di jajaran Polres Sumedang, belum ada informasi mengenai pocong itu dan belum ada laporan yang kami terima. Kami pastikan itu hoaks tidak benar terkait dengan kabar tersebut," ujar Tanwin.

Baca halaman selanjutnya

Add as a preferred
source on Google

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |