Foto bersama narasumber, dosen, mahasiswa, dan guru-guru MGMP Sejarah Madrasah Aliyah Korwil II Jawa Tengah usai kegiatan pendampingan pengembangan pembelajaran sejarah berbasis Deep Learning di Aula MAN 1 Surakarta, Kamis (2/7/2026) | Foto: Dok. FKIP UNSSOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar pendampingan bagi guru-guru sejarah Madrasah Aliyah (MA) se-Solo Raya untuk mengembangkan pembelajaran sejarah berbasis Deep Learning. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula MAN 1 Surakarta, Kamis (2/7/2026).
Pendampingan yang diikuti guru-guru anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah Korwil II Jawa Tengah itu bertujuan memperkuat pendidikan nilai dalam pembelajaran sejarah sehingga proses belajar tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik.
Kegiatan itu merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat Hibah Grup Riset (PKM HGR-UNS) dengan nomor kontrak 463/UN27.22/PT.01.03/2026. Program diprakarsai Riset Grup Historica Edutica yang diketuai Dr. Hieronymus Purwanta, M.A., bersama Prof. Dr. Djono, M.Pd., Dr. Musa Pelu, S.Pd., M.Pd., Dr. Sutiyah, M.Pd., M.Hum., Drs. Herimanto, M.Pd., M.Si., dan Hasan Ashari, S.Pd., M.Pd. Empat mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP UNS juga dilibatkan sebagai bagian dari kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UNS, Dr. Musa Pelu, S.Pd., M.Pd., mengatakan pembelajaran sejarah memiliki fungsi yang jauh lebih luas dibanding sekadar menyampaikan fakta dan peristiwa masa lalu. Menurutnya, sejarah juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, kemanusiaan, dan karakter kepada peserta didik.
Narasumber dari Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UNS memaparkan konsep pembelajaran sejarah berbasis Deep Learning dalam kegiatan pendampingan bagi guru-guru Madrasah Aliyah anggota MGMP Sejarah Korwil II Jawa Tengah di Aula MAN 1 Surakarta, Kamis (2/7/2026) | Foto: Dok. FKIP UNS“Melalui tiga pilar utama pembelajaran mendalam, yaitu meaningful (bermakna), mindful (berkesadaran), dan joyful (menggembirakan), guru dapat membimbing peserta didik memahami sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai moral yang terkandung dalam berbagai peristiwa sejarah,” ujarnya.
Musa menjelaskan, pembelajaran yang bermakna membantu peserta didik mengaitkan materi sejarah dengan pengalaman hidup dan realitas di sekitarnya. Sementara pembelajaran yang berkesadaran mendorong siswa melakukan refleksi terhadap proses belajar serta membangun tanggung jawab sebagai pembelajar. Adapun pembelajaran yang menggembirakan menciptakan suasana belajar yang aman, inklusif, dan positif sehingga peserta didik lebih aktif berdiskusi, bekerja sama, serta menghargai perbedaan pandangan.
Dalam pendampingan tersebut, peserta juga dikenalkan berbagai strategi penguatan pendidikan nilai melalui proses pembelajaran, pembiasaan, keteladanan, serta pengondisian lingkungan sekolah. Keempat pendekatan itu dinilai saling melengkapi dalam membangun karakter peserta didik secara berkelanjutan.
Sebagian peserta, narasumber, dan mahasiswa berfoto bersama usai mengikuti pendampingan pengembangan pembelajaran sejarah berbasis Deep Learning yang diselenggarakan Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UNS di Aula MAN 1 Surakarta, Kamis (2/7/2026) | Foto: Dok. FKIP UNSSuasana diskusi berlangsung interaktif. Salah seorang guru dari MAN 3 Boyolali, Fatah, mengangkat persoalan yang kerap dihadapi guru saat mengajar siswa dengan kemampuan belajar yang beragam, termasuk di sekolah penyelenggara pendidikan inklusif, sementara tuntutan kurikulum tetap harus dipenuhi.
Menanggapi hal tersebut, Musa menegaskan guru perlu memahami karakteristik dan kebutuhan belajar setiap peserta didik. Menurutnya, siswa berkebutuhan khusus tetap diarahkan mencapai kompetensi yang sama, namun pendekatan, strategi, dan instrumen pembelajarannya perlu disesuaikan agar seluruh peserta didik memperoleh kesempatan belajar yang adil dan bermakna.
Melalui kegiatan tersebut, Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UNS berharap kerja sama dengan MGMP Sejarah Madrasah Aliyah Korwil II Jawa Tengah dapat terus berlanjut. Sinergi antara perguruan tinggi dan komunitas guru diharapkan melahirkan berbagai inovasi pembelajaran sejarah yang lebih kontekstual, menarik, dan mampu memperkuat pendidikan karakter, sehingga peserta didik tidak hanya memahami peristiwa sejarah, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. [*]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

















































