Seorang petani bernama Suyatno (61), warga Dukuh Ngundaan, Desa Glonggong, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, ditemukan meninggal dunia secara mendadak di pinggir saluran irigasi desa setempat pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 13.40 WIB. HuriSRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Seorang petani bernama Suyatno (61), warga Dukuh Ngundaan, Desa Glonggong, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, ditemukan meninggal dunia secara mendadak di pinggir saluran irigasi desa setempat pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 13.40 WIB.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga dalam posisi tergeletak di tanah dengan kaki yang masih tersangkut di atas sepeda motor miliknya.
Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, S.I.K., M.Si., saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian penemuan warga meninggal dunia secara mendadak tersebut.
”Benar, kami menerima laporan terkait ditemukannya seorang pria meninggal dunia mendadak di tepi saluran irigasi Dukuh Ngundaan, Desa Glonggong, Gondang. Petugas dari Polsek Gondang bersama Tim INAFIS Polres Sragen dan tim medis Puskesmas Gondang langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP),” kata AKBP Dewiana Syamsu Indyasari pada Minggu (2/8/2026).
Berdasarkan kronologi kejadian berawal saat salah seorang saksi, Sukino (65), hendak mengecek pengairan sawah miliknya yang berlokasi di sekitar TKP. Saat melintas, saksi curiga melihat mesin penyedot air milik korban belum dirakit, sementara sepeda motor korban sudah terparkir di pinggir saluran irigasi.
Saat mendekat untuk mengecek, saksi terkejut melihat korban sudah tergeletak tidak bergerak dengan posisi kaki tergantung di motor. Saksi yang panik sempat berteriak meminta pertolongan warga sekitar sebelum akhirnya memberitahukan kejadian tersebut kepada warga lain, Warsito (55), serta melaporkannya ke perangkat desa dan Polsek Gondang.
Hasil Pemeriksaan dan Penyebab
Kapolres Sragen menjelaskan, dari hasil pemeriksaan medis yang dilakukan gabungan Tim INAFIS Polres Sragen dan Puskesmas Gondang, tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan pada tubuh korban.
”Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan medis, tidak ada tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan. Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, korban memang memiliki riwayat penyakit medis yaitu kanker prostat dan pernah menjalani operasi,” jelas Kapolres.
Pihak keluarga korban menyatakan telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi, yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi.
Setelah proses pemeriksaan di lokasi selesai, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan di pemakaman umum setempat. Huri Yanto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















































