HUT Ke-81 PMI Tangsel, Kemanusiaan Bergerak dari Keranggan

3 days ago 42

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Mobil tangki air PMI terparkir di tengah permukiman Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Sabtu (19/9/2026). Di sekitarnya, warga datang silih berganti sejak pagi, mulai dari ibu-ibu bersama anaknya, warga lanjut usia, anak muda, pengurus lingkungan, hingga relawan yang mengenakan atribut merah dan putih.

Di bawah tenda, sebagian warga mengantre untuk memeriksakan kesehatan, sementara petugas Palang Merah Indonesia (PMI) menyiapkan pelayanan donor darah di lokasi lainnya. Kehadiran mobil tangki air menjadi bagian penting dari kegiatan hari itu karena Keranggan termasuk wilayah yang menghadapi kesulitan memperoleh air bersih selama musim kemarau.

Di tengah kebutuhan warga itulah PMI Kota Tangerang Selatan memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 PMI. Ketua PMI Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany hadir bersama jajaran pengurus dan relawan bukan hanya untuk mengikuti seremoni, tetapi juga membawa rangkaian pelayanan langsung bagi masyarakat, mulai dari distribusi air bersih dan air minum, pemeriksaan kesehatan, donor darah, hingga pemberian penghargaan kepada mereka yang selama ini ikut menopang kerja-kerja kemanusiaan.

Peringatan berlangsung sederhana. Tumpeng menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan PMI yang telah berusia 81 tahun, sementara sejumlah sertifikat penghargaan diserahkan kepada instansi dan warga secara perorangan sebagai apresiasi atas dedikasi serta keterlibatan mereka dalam kegiatan kemanusiaan.

Namun, sebagian besar kegiatan pagi itu justru berlangsung di tengah warga. Tema HUT ke-81 PMI, “Peduli, Bergerak, Bersama”, menemukan wujudnya melalui pelayanan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Airin mengatakan tema tersebut mempunyai arti bahwa kepedulian harus diwujudkan melalui kerja nyata dan dilakukan bersama-sama. Tema itu juga menjadi tema nasional peringatan PMI tahun ini.

“Harapannya kita ingin memberikan kebermanfaatan untuk masyarakat. Hadirnya PMI, baik di Indonesia, provinsi, kabupaten, kota, khususnya Tangerang Selatan, tidak mungkin bisa bergerak dan peduli terhadap masyarakat sendirian,” kata Airin.

Menurut dia, peran PMI selalu membutuhkan dukungan dan kerja sama banyak pihak, mulai dari masyarakat hingga unsur pemerintahan.

“Ada kolaborasi dan kerja sama tentunya dari unsur masyarakat, muspida, muspika, dan juga bantuan dari masyarakat dan yang lainnya. Harapan kami terus adanya kebersamaan, bersama-sama bergerak dan peduli sehingga memberikan kebermanfaatan,” ujarnya.

Mengisi Kebutuhan Warga

Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian warga adalah penyaluran air bersih. Kemarau panjang dalam beberapa bulan terakhir berdampak di sejumlah wilayah Tangerang Selatan, tidak hanya Keranggan.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan mencatat hingga 8 September 2026 sebanyak 943.950 liter air bersih telah didistribusikan kepada masyarakat terdampak kekeringan. Dua hari sebelum kegiatan PMI digelar, BPBD Tangsel mencatat 27 titik terdampak kekeringan yang tersebar di Keranggan, Kademangan, Muncul, Serpong, dan Bakti Jaya.

Sebanyak 2.721 warga disebut mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Keranggan sendiri sejak beberapa bulan terakhir menjadi salah satu wilayah yang membutuhkan distribusi air dalam jumlah cukup besar sehingga pemerintah daerah menyalurkannya secara berkala ke sejumlah titik.

Airin mengatakan PMI berkoordinasi dengan BPBD Kota Tangerang Selatan untuk mengetahui wilayah yang membutuhkan dukungan. Pemerintah selama ini melakukan distribusi air pada hari kerja, sementara PMI mengambil bagian membantu mengisi kebutuhan pada akhir pekan.

“Pemerintah Kota Tangsel sudah mengisi untuk memberikan air bersih di hari Senin sampai dengan Jumat. Nah, Sabtu ini tidak ada, makanya kami PMI masuk di hari Sabtu-Minggu ini,” ujar Airin.

“Mudah-mudahan masyarakat tidak merasakan kekeringan di hari Sabtu-Minggu karena hadirnya kami, bantuan kami yang mengisi apa yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan,” lanjutnya.

Airin menempatkan peran tersebut sebagai dukungan terhadap penanganan yang dilakukan pemerintah. Menurut dia, PMI hadir untuk memperkuat pelayanan ketika masyarakat menghadapi situasi kebencanaan.

“Tugas utama pemerintah memberikan pelayanan, hadir dan ada di tengah masyarakat di saat kebencanaan. Tugas kami tentu melakukan supporting kepada apa yang dilakukan oleh pemerintah,” katanya.

Bagi warga Keranggan, kebutuhan itu nyata. Ketua RW 04 Kelurahan Keranggan, Adidi, mengatakan pasokan air bersih menjadi salah satu kebutuhan utama warga selama musim kemarau.

sumber : Antara

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |