Iran Ancam Perang Menyakitkan untuk AS, Siapkan Rudal 10 Kali Lipat Suara atau 3 KM per Detik

6 hours ago 23

Warga Iran berkendara di samping rudal Iran, Zolfaghar, yang dipamerkan di Lapangan Azadi di Teheran, Iran, pada 24 Juli 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Sekretaris Dewan Tertinggi Keamanan Nasional Iran, Mayor Jenderal Mohsen Rezai, meningkatkan intensitas pesan ancaman yang disampaikan Teheran kepada Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara di kawasan.

Ia menyatakan bahwa Iran siap menghadapi konfrontasi baru yang lebih keras, sekaligus memperingatkan negara-negara yang mengizinkan wilayah dan pangkalan militernya digunakan dalam operasi militer Amerika Serikat mengenai konsekuensi jika hal tersebut terus berlangsung.

Dalam wawancara dengan Aljazeera dari ibu kota Iran, Teheran, dikutip Ahad (20/9/2026), Rezai menyampaikan pandangan bahwa Amerika Serikat telah keliru dalam memperkirakan kemampuannya untuk mengakhiri konflik dengan Iran.

Menurutnya, berlanjutnya perang—yang kemudian berkembang dari serangan udara menjadi blokade laut dan tekanan ekonomi—menunjukkan apa yang ia gambarkan sebagai kondisi ketidakmampuan dan kebingungan di pihak Amerika Serikat.

Rezai mengatakan jika Amerika Serikat memutuskan untuk melancarkan operasi militer baru, negara itu akan menghadapi Iran yang, menurut klaimnya, kini lebih siap dibandingkan sebelumnya.

Ia menyebut adanya pengembangan kemampuan rudal, pertahanan, dan peperangan elektronik, serta menyatakan bahwa Iran akan merespons dengan serangan yang lebih banyak dan lebih menyakitkan.

Pernyataan Rezai juga membawa pesan militer yang secara langsung ditujukan kepada pasukan dan pangkalan Amerika Serikat di kawasan.

Ia mengatakan jika perang kembali pecah, Iran akan menargetkan pangkalan udara Amerika yang digunakan sebagai tempat keberangkatan pesawat-pesawat yang terlibat dalam operasi terhadap Iran.

Menurutnya, Iran tidak akan membatasi diri hanya pada upaya mempertahankan wilayahnya sendiri apabila pangkalan-pangkalan di kawasan digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

Rezai menambahkan Iran, menurut keterangannya, telah mengembangkan rudal antikapal dan menguji sebuah rudal di dekat kapal induk Amerika.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |