Iran Serang 8 Fasilitas Militer AS di Kuwait dan Bahrain

10 hours ago 31

KORPS Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang delapan fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain menggunakan rudal dan drone pada Ahad dini hari, 28 Juni 2026. Menurut laporan Anadolu, serangan itu merupakan balasan atas operasi militer Amerika Serikat terhadap sejumlah posisi Iran beberapa jam sebelumnya.

Dalam pernyataan yang dikutip Kantor Berita Tasnim, IRGC menyebut operasi tersebut dilakukan oleh satuan angkatan laut dan kedirgantaraannya antara pukul 02.00 hingga 03.00 waktu setempat. Operasi itu disebut sebagai serangan terhadap sasaran militer Amerika Serikat di kawasan.

IRGC mengklaim serangan menyasar delapan infrastruktur militer utama Amerika Serikat, termasuk Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait dan markas Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat di Bahrain.

AS Serang Balik Iran

Sebelum pernyataan IRGC dirilis, Kuwait mengumumkan sistem pertahanan udaranya sedang merespons ancaman rudal dan pesawat nirawak. Bahrain juga mengaktifkan sirene peringatan dan meminta warga segera menuju tempat perlindungan terdekat.

Perkembangan itu terjadi setelah muncul laporan mengenai sejumlah ledakan di wilayah selatan Iran, termasuk di Sirik dan Pulau Qeshm. Media Iran melaporkan proyektil menghantam sebuah menara telekomunikasi di Desa Tahrouyi.

Sementara itu, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan telah melancarkan serangan tambahan terhadap sejumlah target di Iran. Menurut CENTCOM, sasaran operasi meliputi infrastruktur pengawasan militer, sistem komunikasi, lokasi pertahanan udara, dan fasilitas yang berkaitan dengan pesawat nirawak. Amerika Serikat menyatakan serangan itu dilakukan sebagai respons atas aksi Iran terhadap pelayaran komersial di sekitar Selat Hormuz.

Lima Negara Arab Kecam Iran

Sementara itu, Türkiye Today melaporkan lima negara Arab, yakni Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Yordania, Kuwait, dan Qatar, mengeluarkan pernyataan terpisah yang mengecam serangan Iran terhadap Bahrain. Kelima negara menilai tindakan tersebut melanggar kedaulatan Bahrain dan bertentangan dengan hukum internasional.

Kementerian Luar Negeri Bahrain menyatakan Iran telah menargetkan wilayah negaranya dengan sejumlah pesawat nirawak. Pemerintah Bahrain menyebut serangan itu sebagai “ancaman nyata terhadap keamanan warga negara dan penduduk.”

Uni Emirat Arab menyatakan mengutuk serangan Iran terhadap Bahrain dan menilai tindakan itu merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan negara tersebut serta ancaman langsung terhadap keamanan dan stabilitas kawasan. Abu Dhabi juga menyatakan solidaritas penuh kepada Bahrain.

Arab Saudi menilai serangan itu melanggar hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kuwait menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan Bahrain yang mengancam rakyatnya serta dapat merusak upaya regional dan internasional untuk meredakan ketegangan.

Adapun Yordania menggambarkan serangan itu sebagai tindakan brutal yang mengancam integritas wilayah Bahrain dan melanggar hukum internasional. Qatar juga mengecam serangan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan Bahrain serta menegaskan dukungan penuhnya kepada Manama.

Pilihan Editor: 

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |