Daichi Kamada beraksi saat melawan Belanda di Piala Dunia 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Daichi Kamada tak puas dengan hasil imbang 2-2 melawan Belanda dalam laga Grup F Piala Dunia 2026. Namun, Kamada yang mencetak gol penyeimbang pada menit ke-89 di Stadion Dallas, Senin (15/6/2026) pagi WIB, tetap mensyukuri hasil imbang tersebut seraya memuji semangat pantang menyerah timnya.
Kamada menegaskan satu poin memang menjadi target minimum yang dipasang Jepang sebelum pertandingan. Karena itu, meski gagal meraih kemenangan, ia menilai hasil tersebut tetap layak disyukuri mengingat kualitas lawan yang dihadapi.
"Sebelum pertandingan, kami mengatakan bahwa kami perlu mendapatkan setidaknya satu poin. Pertandingan berubah menjadi sulit, tetapi kami mampu menunjukkan apa yang telah kami persiapkan dan bagus bahwa kami berhasil mendapatkan setidaknya satu poin," kata Kamada dikutip dari laman FIFA.
Gelandang yang mencetak gol penyama kedudukan itu menilai karakter tim Jepang terlihat jelas sepanjang pertandingan. Menurut dia, menghadapi tim sekelas Belanda, ketertinggalan satu gol dapat dengan mudah berkembang menjadi kekalahan yang lebih besar jika tim kehilangan fokus.
"Melawan tim kuat seperti Belanda, jika Anda tertinggal 1-0, dengan mudah bisa menjadi 2-0 atau 3-0. Fakta bahwa kami berjuang keras dan meraih hasil imbang menunjukkan karakter tim ini," ujar Kamada.
Pemain berusia 29 tahun itu juga mengingat pengalaman pahit Jepang pada Piala Dunia sebelumnya ketika kalah dari Kosta Rika setelah memulai turnamen dengan hasil positif. Karena itu, ia berharap Jepang bisa meraih kemenangan pada laga berikutnya untuk memperbesar peluang lolos ke fase gugur.
Sementara itu, bek Jepang Yukinari Sugawara menilai ketenangan menjadi salah satu kunci timnya mampu bangkit dari tekanan Belanda. Ia mengatakan, para pemain telah sepakat untuk tetap menjalankan rencana permainan apa pun situasi yang terjadi di lapangan.

18 hours ago
12
















































