Kekeringan Makin Meluas, 17 dari 18 Kapanewon Gunungkidul Minta Dropping Air

1 day ago 10
KekeringanIlustrasi kekeringan. Istimewa

GUNUNGKIDUL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kemarau panjang mulai benar-benar menekan kehidupan warga di Gunungkidul. Hampir seluruh wilayah kapanewon di kabupaten tersebut kini membutuhkan pasokan air bersih, dengan sekitar 90.000 jiwa tercatat terdampak.

Dari 18 kapanewon yang ada, sebanyak 17 kapanewon telah mengajukan permintaan dropping air bersih kepada Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Hanya Kapanewon Playen yang sejauh ini belum mengajukan bantuan.

Kondisi tersebut membuat Pemkab Gunungkidul harus mengalokasikan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, mengatakan jumlah warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih terus bertambah seiring berlangsungnya kemarau.

“Sudah ada sekitar 90.000 jiwa yang terdampak air bersih,” kata Purwono saat dihubungi melalui telepon, Sabtu (19/9/2026).

Menurut dia, warga terdampak tersebar di 17 kapanewon. Namun, persoalan kekeringan tersebut tidak terjadi secara merata di seluruh wilayah kapanewon karena hanya sejumlah titik tertentu yang mengalami kesulitan air.

“Tersebar di 17 Kapanewon, sudah mulai kita salurkan bantuan air bersih. Saat ini sudah disalurkan melalui anggaran BTT (belanja tidak terduga) ,” kata dia.

Disiapkan 5.100 Tangki

Untuk mengantisipasi kebutuhan warga selama kemarau, Pemkab Gunungkidul menyiapkan 5.100 tangki air bersih melalui anggaran BTT.

Setiap tangki memiliki kapasitas 5.000 liter. Dengan jumlah tersebut, pasokan air diproyeksikan untuk mendukung kebutuhan warga hingga November mendatang.

BPBD Gunungkidul tidak sepenuhnya mengandalkan armada sendiri untuk mendistribusikan air. Keterbatasan kendaraan tangki membuat pemerintah daerah menggandeng pihak ketiga dalam proses penyaluran.

Saat ini, BPBD Gunungkidul hanya memiliki empat armada tangki yang masih aktif.

“Kita menggandeng pihak ketiga, seperti yang dilakukan Kapanewon. Nanti ditempel banner bantuan Pemkab Gunungkidul,” ucap dia.

Air bersih kemudian didistribusikan ke titik-titik permukiman yang membutuhkan berdasarkan pengajuan dari wilayah masing-masing.

“Sampai saat ini sudab disalurkan ke sejumlah titik Kapanewon seperti Purwosari, Panggang, dan Kapanewon lainnya,” kata Purwono.

Playen Masih Bertahan

Di tengah meluasnya kebutuhan dropping air bersih, Kapanewon Playen menjadi satu-satunya wilayah yang belum mengajukan bantuan.

Kondisi tersebut tidak terlepas dari karakter geografis Playen yang relatif memiliki cadangan air tanah. Berdasarkan informasi Pemkab Gunungkidul, wilayah Playen berada di kawasan Ledok Wonosari yang memiliki potensi sumber air bawah tanah.

Kapanewon tersebut berada pada kisaran ketinggian 150 hingga 200 meter di atas permukaan laut. Karakter tanahnya berupa mediteran merah dan grumosol hitam.

Cadangan air tanah di kawasan tersebut berada pada kedalaman sekitar 60 hingga 120 meter. Di sejumlah lokasi juga terdapat sumber mata air serta potensi air bawah tanah.

Kondisi geografis itu membuat ketersediaan air untuk kebutuhan masyarakat di Playen relatif lebih terjaga dibandingkan sejumlah wilayah lain yang saat ini mulai bergantung pada bantuan air bersih.

Meski demikian, belum adanya pengajuan dropping dari Playen tidak berarti seluruh wilayah kapanewon tersebut sepenuhnya terbebas dari potensi kekeringan. Pengajuan bantuan dilakukan berdasarkan kondisi di masing-masing titik permukiman.

Dropping Berlanjut hingga November

BPBD Gunungkidul memperkirakan distribusi air bersih masih akan berlangsung hingga November. Perkiraan tersebut mengacu pada prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai kemungkinan hujan mulai turun pada pertengahan November.

Namun, turunnya hujan belum otomatis membuat kebutuhan dropping langsung berhenti.

Menurut Purwono, pada fase awal musim hujan, air yang turun belum serta-merta mampu mengembalikan ketersediaan sumber air masyarakat ke kondisi normal. Karena itu, bantuan tetap dimungkinkan diberikan apabila kebutuhan warga masih ada.

“Warga diimbau untuk menghemat air bersih, karena kemarau masih sedikit panjang,” kata dia. [*]  Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |