KKP dan WRI Indonesia Kenalkan Teknologi Ocean Calculator

12 hours ago 13

INFO TEMPO – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama World Resources Institute (WRI) Indonesia memperkenalkan Ocean Calculator, melalui kegiatan Pengenalan dan Lokakarya Teknis Ocean Calculator di Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Laut Sedunia. Platform ini dikembangkan sejak 2024 oleh WRI Indonesia bersama sejumlah perguruan tinggi di Indonesia dan Australia, dengan dukungan Pemerintah Australia melalui program KONEKSI.

Ocean Calculator merupakan sebuah platform geospasial berbasis Neraca Sumber Daya Laut (NSDL) yang dirancang untuk menghitung nilai ekonomi ekosistem laut dan pesisir secara cepat, akurat, dan berbasis data ilmiah. Platform geospasial ini diharapkan menjadi instrumen penting dalam mendukung kebijakan kelautan yang lebih terukur, berkelanjutan, dan berbasis bukti (evidence-based policy).

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara, mengatakan, Ocean Calculator menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola laut dan pesisir berbasis data yang kredibel dan komprehensif. “Ocean Calculator menjadi fondasi penting dalam mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat sasaran,” kata dia.

Koswara berharap platform ini terus berkembang dan menjadi bagian dari penguatan kebijakan kelautan yang berbasis bukti ilmiah. “Sehingga manfaat ekonomi, sosial, dan ekologis dari sumber daya laut dapat dikelola secara optimal,” kata dia.

Ocean Calculator dikembangkan sebagai bagian dari upaya membangun ocean accounting atau Neraca Sumber Daya Laut (NSDL), yakni sistem yang mengintegrasikan informasi lingkungan dan ekonomi untuk mendukung perencanaan pembangunan kelautan yang berkelanjutan.

Melalui pemanfaatan teknologi geospasial, penginderaan jauh, dan Sistem Informasi Geografis (SIG), platform ini mampu mengidentifikasi luas, kondisi, dan perubahan ekosistem pesisir seperti mangrove, lamun, dan terumbu karang. Selain itu, Ocean Calculator dapat menghitung berbagai jasa ekosistem yang dihasilkan, mulai dari perlindungan pantai, penyimpanan karbon biru, hingga nilai ekonomi yang diterima masyarakat.

Keunggulan lain dari platform ini adalah integrasi aspek Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI), yang memungkinkan pengguna memahami hubungan antara kondisi ekosistem dengan kelompok masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut. Pendekatan ini membantu memastikan pembangunan pesisir berjalan lebih adil, inklusif, dan memberikan manfaat yang merata.

Perwakilan Australia Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), Jacqui Lord, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara KKP, WRI Indonesia, dan para mitra akademik dalam mengembangkan Ocean Calculator.

“Dengan semakin besarnya tekanan terhadap wilayah pesisir akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia, diperlukan instrumen yang mampu menilai manfaat ekosistem secara lebih komprehensif. Kami berharap Ocean Calculator dapat menjadi alat yang efektif untuk mendukung pengelolaan laut dan pesisir yang berkelanjutan di Indonesia,” kata dia.

Direktur Konservasi Ekosistem KKP, Firdaus Agung, menjelaskan bahwa KKP telah terlibat sejak tahap awal pengembangan platform tersebut. “Sejak Februari 2026, KKP terlibat dalam uji coba awal Ocean Calculator hingga saat ini telah terintegrasi dengan SIDAKO dan dapat diakses masyarakat melalui laman sidako.kkp.go.id sebagai rumah bagi berbagai data konservasi ekosistem di Indonesia,” kata Firdaus.

Menurutnya, selain mendukung pengembangan ocean accounting, Ocean Calculator juga membantu berbagai pemangku kepentingan memahami nilai strategis ekosistem laut serta kontribusinya terhadap keberlanjutan lingkungan, kesejahteraan masyarakat, dan aktivitas ekonomi di wilayah pesisir.

Sementara itu, Country Director WRI Indonesia, Nirarta Samadhi, menilai bahwa pembangunan sektor kelautan Indonesia membutuhkan instrumen yang mampu mengungkap nilai sesungguhnya dari ekosistem laut yang selama ini belum sepenuhnya tercermin dalam proses pengambilan keputusan. Melalui Ocean Calculator, pemerintah, akademisi, masyarakat, dan sektor swasta dapat memperoleh informasi yang lebih komprehensif untuk mendukung investasi dan pembangunan pesisir yang berkelanjutan.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan bahwa pengelolaan laut harus berbasis data dan ilmu pengetahuan agar pertumbuhan ekonomi dapat berjalan seiring dengan kelestarian lingkungan. Kehadiran Ocean Calculator menjadi salah satu langkah konkret KKP dalam memperkuat tata kelola kelautan yang modern, terukur, dan berkelanjutan demi mewujudkan ekonomi biru Indonesia. (*)

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |