
Oleh: Fernan Rahadi, dari Madinah, Arab Saudi.
REPUBLIKA.CO.ID, Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) RI memastikan layanan kesehatan bagi jamaah haji Indonesia di Madinah tetap berjalan optimal selama musim haji 2026.
Kesiapan ini dilakukan guna menjamin kondisi kesehatan jemaah tetap terjaga, terutama di tengah potensi cuaca ekstrem di Arab Saudi.
Kepala Seksi Kesehatan PPIH Daerah Kerja Madinah, dr Enny Nuryanti mengungkapkan, bahwa Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) siap memberikan layanan tanpa henti selama 24 jam penuh setiap harinya.
Hal ini menjadi bagian dari komitmen untuk memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh jamaah.
"Selama 24 tiap hari, ya,” ujar dr Enny ditemui di KKHI Madinah, Selasa (21/4/2026).
Ia juga memastikan bahwa tenaga medis selalu tersedia dan siaga dalam menangani masalah kesehatan jemaah haji.
Dijelaskan bahwa jumlah tenaga medis pada KKHI Madinah ini di antaranya terdiri dari sembilan dokter umum maupun spesialis, 12 orang perawat, apoteker, laboran, penata radiologi, dan juga ahli sanitari.
Sedangkan fasilitas di KKHI, terdapat 10 mobil ambulans, lima unit tempat tidur pasien, alat radiologi rontgen, USG, hingga apotek.
Selain layanan kesehatan di fasilitas sendiri, KKHI juga memiliki sistem rujukan bagi jamaah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Sistem ini didukung kerja sama dengan sejumlah rumah sakit di Arab Saudi.
Dalam pelaksanaannya, beberapa rumah sakit telah menjadi mitra untuk menerima rujukan pasien dari jemaah haji Indonesia. Kerja sama ini dinilai penting untuk mempercepat penanganan medis.
Beberapa rumah sakit yang telah menjalin kerja sama antara lain Saudi German Hospital, serta sejumlah rumah sakit pemerintah di Madinah seperti Rumah Sakit King Fahd dan RS Al Madinah.
Dengan adanya jaringan rumah sakit tersebut, jemaah yang membutuhkan perawatan lanjutan dapat segera dirujuk sesuai dengan kondisi medisnya.

2 hours ago
6

















































