Kota Batu Jadi Ajang Rembug dan Agro Expo KTNA Nasional 2026

3 days ago 43

REPUBLIKA.CO.ID, BATU -- Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) menggelar Rembug Paripurna KTNA Nasional 2026 di Kota Batu, Jawa Timur, sebagai forum membahas arah organisasi dan kepemimpinan periode 2026–2031. Kegiatan ini berlangsung bersamaan dengan KTNA Agro Expo 2026 pada 18–21 September 2026 dan diikuti sekitar 2.500 delegasi dari berbagai daerah di Indonesia.

Rangkaian kegiatan mempertemukan perwakilan petani dan nelayan, pemerintah, dunia usaha, lembaga penelitian, perguruan tinggi, serta pelaku industri pendukung agribisnis. Agenda ini menjadi ruang musyawarah organisasi sekaligus pertukaran pengetahuan, pengalaman, produk, dan teknologi.

Ketua Umum KTNA Nasional periode berjalan, Muhammad Yadi Sofyan Noor, menyampaikan penguatan peran petani dan nelayan perlu berjalan seiring dengan penguatan organisasi sebagai wadah komunikasi, pembelajaran, dan kolaborasi antarpelaku agribisnis.

Agenda utama Rembug Paripurna dijadwalkan berlangsung pada Ahad, 20 September 2026. Peserta membahas pengesahan agenda dan kuorum, tata tertib, serta musyawarah tiga komisi, yakni Komisi Organisasi, Komisi Program, dan Komisi Rekomendasi.

Forum dilanjutkan dengan pembahasan laporan pertanggungjawaban pengurus, proses demisioner, seleksi bakal calon Ketua Umum KTNA Nasional, serta pemilihan dan penetapan Ketua Umum periode 2026–2031. Agenda berikutnya mencakup pembentukan tim formatur dan penyusunan kepengurusan baru.

Dalam rangkaian pembukaan, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Suwandi menyampaikan dukungan terhadap penguatan koordinasi dan kerja bersama untuk mendorong kemajuan sektor pertanian. Keterlibatan pemerintah, organisasi petani dan nelayan, serta dunia usaha menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem agribisnis.

Wali Kota Batu Nurochman menyebut Rembug Paripurna sebagai momentum mempertemukan pengalaman dan pemikiran petani dari berbagai daerah untuk membahas masa depan pertanian Indonesia. Menurutnya, upaya menuju swasembada pangan perlu disertai perhatian terhadap kesejahteraan petani, keberlanjutan lahan, regenerasi, dan kepastian pasar.

Ia juga memaparkan tantangan pertanian Kota Batu, antara lain perubahan iklim, tanaman yang menua, tekanan terhadap lahan, kualitas tanah, serta regenerasi petani. Pemerintah Kota Batu mendorong pola pertanian yang lebih adaptif melalui program Smart and Integrated Farming, dengan pemanfaatan teknologi yang tetap berjalan berdampingan dengan pengalaman petani.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |