CANTIKA.COM, Jakarta - Bagi sebagian perempuan Indonesia, kebaya bukan sekadar busana tradisional. Di balik setiap potong kain dan detail bordirnya, tersimpan kenangan yang mengiringi perjalanan hidup. Mulai dari prosesi lamaran, siraman, hingga pernikahan, kebaya kerap menjadi saksi berbagai momen berharga bersama keluarga.
Perasaan serupa juga dirasakan oleh aktris Sheila Dara. Baginya, kebaya selalu menjadi pilihan yang identik dengan perayaan-perayaan penting dalam keluarganya. Ketika menghadiri acara sakral seperti lamaran atau pernikahan, kebaya menjadi busana pertama yang terlintas di benaknya.
"Kayaknya kalau buat aku tuh kebaya kayak sesuatu yang apa ya yang kayaknya pasti hadir di momen-momen penting keluarga aku gitu. Kayaknya kita semua pasti kayak gitu ya kalau ada acara lamaran, siraman, pernikahan itu pasti 'Aduh pakai apa ya?' pasti yang ada di top of mind kita tuh kebaya," ujar Sheila Dara Konferensi pers film pendek bertajuk Jalan Pulang, Rabu, 22 April 2026 di Jakarta.
Tak hanya hadir dalam momen istimewa, kebaya juga menjadi bagian dari tradisi yang mempererat hubungan keluarga. Sheila mengungkapkan bahwa di keluarganya sudah menjadi hal lumrah untuk saling meminjam atau bertukar kebaya. Bahkan, koleksi miliknya kerap dikenakan kembali oleh ibu maupun sepupunya pada acara spesial.
Menurut pemeran film Sore tersebut, kebiasaan berbagi kebaya membuat setiap peristiwa terasa lebih hangat karena busana yang dikenakan bukan hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menyimpan cerita yang terus berlanjut dari satu anggota keluarga ke anggota lainnya.
Konferensi pers film pendek bertajuk Jalan Pulang, sebuah perjalanan menemukan kembali makna kebaya sebagai warisan lintas generasi yang digelar Bakti Budaya Djarum Foundation, Rabu, 22 April 2026 di Jakarta/Foto: Doc. Bakti Budaya
"Cuman emang kebetulan di keluarga aku dan aku yakin di keluarga lainnya juga pasti punya momen-momen kayak tuker-tukeran kebaya sama bunda gitu atau kadang ada salah satu kebaya aku yang tiba-tiba malah jadi kebaya sepupuku di momen spesialnya dia," katanya.
Tradisi itu pula yang membuat setiap kebaya memiliki makna emosional tersendiri. Bagi Sheila, berbagi kebaya berarti ikut berbagi kebahagiaan dalam momen-momen yang tidak terlupakan. "Buat aku tuh kayak momennya udah spesial tapi jadi semakin hangat karena ada sharing-sharing-nya itu," ujarnya.
Di luar nilai sentimentalnya, kebaya juga memiliki tempat istimewa dalam gaya berbusana Sheila. Ia mengaku selalu merasa lebih percaya diri setiap kali mengenakan kebaya, meski tidak pernah menghitung berapa banyak koleksi yang dimilikinya.
"Berapa banyak jujur enggak pernah ngitung ya. Tapi emang aku tuh selalu merasa cakep kalau pakai kebaya," ucapnya.
Salah satu kebaya yang paling berkesan baginya adalah kebaya berwarna oranye yang dikenakan saat prosesi lamaran. Warna tersebut masih mampu membangkitkan kenangan akan salah satu momen paling membahagiakan dalam hidupnya setiap kali ia melihatnya.
Menariknya, perjalanan kebaya itu tidak berhenti setelah acara lamaran selesai. Sheila mengungkapkan bahwa kebaya tersebut kemudian kembali dikenakan oleh sang sepupu saat hari pernikahannya. Baginya, momen itu menjadi bukti bahwa sebuah kebaya dapat menyimpan lebih dari satu cerita dan terus hidup bersama keluarga dari generasi ke generasi.
"Terus aku bilang sama Mbak Renita, 'Iya itu tuh dulu kebaya lamaran aku juga warnanya sama persis kayak gitu.' Dan kebaya lamaran aku itu akhirnya dipakai untuk nikahan sepupuku juga, jadi entah kenapa jadi kebayanya ceritanya jadi banyak banget dan senang bisa sharing momen spesial itu sama saudara," tutur Sheila.
Pilihan Editor: 10 Rekomendasi Merek Kebaya Kekinian yang Bisa Kamu Mix and Match
ECKA PRAMITA
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.
















































