Mas Karyo, Ketika Sampah Plastik Disulap Jadi Karya Bernilai! Cara Unik dari Wonogiri ini Sukses Bikin Terpukau

23 hours ago 13
SampahInovasi Mas Karyo SMPN 5 Wonogiri mengubah sampah menjadi berkah. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Satu lagi inovasi yang kini menjadi kebanggaan SMPN5 Wonogiri, program “Mas Karyo” atau Menyulap Barang Bekas Menjadi Karya Yang Wow. Mas Karyo adalah sebuah gerakan kreatif yang mengubah limbah menjadi berbagai produk fungsional sekaligus memperkuat langkah sekolah menuju predikat Sekolah Adiwiyata Nasional.

Program ini menjadi salah satu terobosan dalam pengelolaan sampah berbasis pendidikan karakter. Tidak hanya mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga membentuk kreativitas, keterampilan, hingga jiwa kewirausahaan para siswa melalui pemanfaatan limbah plastik yang sebelumnya hanya berakhir di tempat sampah.

Berbagai botol plastik dan galon bekas yang dikumpulkan dari lingkungan sekolah maupun sekitar tidak lagi dipandang sebagai barang tak berguna. Di tangan para siswa, limbah tersebut diolah menjadi beragam produk menarik seperti tempat pensil, tempat telur, tempat buah, hiasan meja, hingga dekorasi dinding dengan desain yang unik dan memiliki nilai estetika.

Di balik lahirnya inovasi tersebut terdapat sosok Yhesi Mustikasari, yang menggagas program Mas Karyo berangkat dari kepeduliannya terhadap meningkatnya jumlah sampah plastik di lingkungan sekolah. Ia melihat persoalan sampah tidak hanya perlu diselesaikan dengan membuangnya, tetapi juga melalui perubahan cara berpikir generasi muda agar mampu melihat peluang di balik limbah.

Melalui pendampingan yang konsisten, Yhesi mengajak para siswa mengenal proses pengolahan sampah mulai dari pemilahan, pembersihan, pemotongan hingga proses menghias sehingga menghasilkan berbagai karya yang menarik sekaligus bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam keterangannya, Yhesi menjelaskan bahwa program ini menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memahami pentingnya menjaga lingkungan.

“Inovasi Mas Karyo kami hadirkan agar siswa memiliki ruang berekspresi dalam mengolah sampah plastik menjadi karya yang memiliki fungsi dan nilai seni. Melalui kegiatan ini mereka belajar menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle secara langsung dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Yhesi Mustikasari, melalui rilis, Minggu (2/8/2026).

Melalui proses tersebut, siswa tidak hanya belajar membuat kerajinan tangan, tetapi juga memahami bahwa barang bekas masih memiliki potensi ekonomi apabila diolah dengan kreativitas. Nilai edukasi inilah yang menjadi kekuatan utama program Mas Karyo.

Prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) diterapkan secara nyata dalam setiap tahapan kegiatan. Siswa diajak mengurangi timbulan sampah, memanfaatkan kembali barang yang masih bisa digunakan, serta mendaur ulang limbah menjadi produk baru yang memiliki fungsi lebih.

Dukungan penuh juga datang dari Kepala SMPN 5 Wonogiri, Pudi Sri Maryatmo. Menurutnya, program ini menjadi salah satu langkah strategis sekolah dalam mengintegrasikan pendidikan lingkungan dengan pengembangan keterampilan peserta didik.

“Program Mas Karyo menjadi bagian penting dalam membangun budaya peduli lingkungan di sekolah. Kami ingin siswa tidak hanya memahami teori, tetapi mampu menghasilkan karya yang bermanfaat dari barang bekas. Hal ini menjadi modal yang sangat baik bagi SMPN 5 Wonogiri dalam perjalanan menuju Sekolah Adiwiyata Nasional,” ungkap Pudi Sri Maryatmo.

Program tersebut memberikan dampak yang luas bagi perkembangan karakter siswa. Kreativitas semakin terasah, kemampuan bekerja sama meningkat, sementara kepedulian terhadap kebersihan lingkungan tumbuh melalui kebiasaan sehari-hari. Di sisi lain, siswa juga mulai memahami bahwa limbah dapat memiliki nilai ekonomi apabila diolah secara inovatif.

Selain mempercantik lingkungan sekolah dengan berbagai hasil karya daur ulang, Mas Karyo juga menjadi media pembelajaran yang mendorong siswa lebih percaya diri menampilkan hasil kreativitasnya. Setiap karya menjadi simbol bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana namun berdampak besar.

Program Mas Karyo diharapkan mampu terus memberikan inspirasi untuk mengembangkan gerakan serupa sehingga pengelolaan sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan peluang menciptakan karya, membangun karakter, dan menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |