May Day di Jakarta Terbelah di Dua Titik: Monas dan Gedung DPR

5 hours ago 14

SEJUMLAH serikat pekerja dan federasi buruh di berbagai daerah menggelar peringatan May Day pada Jumat, 1 Mei 2026. Peringatan Hari Buruh Internasional di Jakarta terbelah di dua titik lokasi yaitu di area Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat dan depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta Pusat.

Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia bersama Partai Buruh melakukan May Day di Monas. Namun bukan aksi penyampaian tuntutan, May Day di Monas dilakukan dalam bentuk perayaan dengan menghadirkan Presiden Prabowo Subianto.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mengatakan kepala negara bakal memberi kejutan bagi para serikat pekerja dalam perayaan May Day 2026. Menurut dia, kejutan itu akan disampaikan langsung oleh Prabowo saat hadir di atas panggung perayaan.

“Ada kaitannya dengan ojek online, ratifikasi ILO, dan kebijakan kesejahteraan buruh,” kata Andi dalam konferensi pers di The Grand Mansion, Menteng, Jakarta pada Rabu, 29 April 2026.

Presiden Prabowo, ujar dia, juga akan memberikan hadiah bagi para buruh berupa kaus dan payung di perayaan May Day 2026. Menurut Andi, kaus itu didesain langsung oleh Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.

Dalam perayaan May Day 2026, KSPSI memperkirakan ada 400 ribu orang, termasuk para pengemudi ojek online bakal merapat ke Monas. Karena itu, dia berujar memilih Monas sebagai lokasi perayaan yang bisa menampung ratusan ribu orang.

Pertimbangan lainnya karena faktor kedekatan lokasi perayaan May Day 2026 dengan tempat berdiam diri Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta. Menurut dia, Prabowo selalu ingin memiliki kedekatan dengan para pekerja, termasuk melakukan jabat tangan.

Monas sebagai kawasan terbuka, dipilih agar fleksibilitas presiden dan massa bisa saling mendukung. "Di Stadion Gelora Bung Karno kan ada pagar pembatas, ada tribun. Akan susah bagi beliau untuk berjabat tangan kalau di sana," ujar Andi.

Sejumlah organisasi serikat pekerja memilih tidak bergabung dalam perayaan May Day 2026 di Monas bersama penguasa. Mereka yang menolak itu tergabung dalam Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat atau Gebrak.

Aliansi ini terdiri dari Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI), Federasi Serikat Buruh Makanan dan Minuman (FSBMM), serta organisasi dari berbagai unsur elemen masyarakat. Mereka bakal berdemonstrasi menyampaikan tuntutan di depan gedung DPR, Jakarta saat peringatan Hari Buruh pada Jumat siang,1 Mei 2026.

Ketua Konfederasi KASBI Sunarno mengatakan akan ada sekitar 10 ribu orang yang berunjuk rasa di depan gedung Parlemen. “Kami mengusung tema May Day bersama Rakyat,” kata dia ketika dihubungi pada Kamis, 30 April 2026.

Sunarno mengatakan aksi yang digelar kelompoknya berbeda dengan yang diselenggarakan oleh KSPSI di Monas. Dia menyatakan peringatan Hari Buruh di depan gedung DPR sebagai aksi yang mandiri dan independen.

“Perayaan May Day yang diselenggarakan di Monas menurut kami syarat dengan narasi mainstream dan kooptasi kekuasaan,” ucapnya.

Adapun Aliansi Gebrak membawa sejumlah tuntutan dalam aksi May Day di depan Gedung DPR ini. Pertama, mendesak negara segera mewujudkan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang pro terhadap buruh. Mereka meminta agar pembahasan pembentukan legislasi ini melibatkan serikat buruh.

Tuntutan kedua, mereformasi sistem pengupahan dan menghilangkan disparitas upah. Aliansi meminta agar para pekerja buruh mendapat upah layak secara nasional yang adil dan bermartabat.

Kemudian poin tuntutan lainnya seperti terjaminnya kepastian kerja, penghapusan sistem outsourcing serta kerja kontrak, meratifikasi Konvensi ILO 188 dan Konvensi ILO 190, menuntut negara untuk memberi kesejahteraan kepada tenaga pendidik hingga pekerja kesehatan, menghentikan pemutusan hubungan kerja massal, mewujudkan pendidikan serta kesehatan gratis, serta menegakkan supremasi sipil. Aliansi juga menuntut pemerintah menjalankan reforma agraria sejati dengan menghentikan penggusuran tanah rakyat, dan terlibat aktif di kancah global untuk perdamaian dunia.

Andi Adam berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |