Mengapa Spanyol Lebih Diunggulkan daripada Belgia

7 hours ago 21

TIM nasional Spanyol akan menghadapi Belgia pada babak perempat final Piala Dunia 2026 di Stadion SoFi, Inglewood, California, Amerika Serikat, Sabtu dinihari, 11 Juli 2026, pukul 02.00 WIB. Berdasarkan prediksi Opta Analyst, La Roja lebih diunggulkan untuk melaju ke semifinal.

Dari 25 ribu simulasi yang dijalankan sebelum pertandingan, Opta memprediksi Spanyol memenangi laga dalam waktu normal pada 58,3 persen simulasi. Sebaliknya, Belgia hanya memiliki peluang menang 19,1 persen, sedangkan kemungkinan pertandingan berakhir imbang mencapai 22,6 persen.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Jika memperhitungkan kemungkinan laga berlanjut ke perpanjangan waktu ataupun adu penalti, peluang Spanyol lolos ke semifinal meningkat menjadi 69,8 persen. Keunggulan Spanyol juga didukung rekor pertemuan.

Belgia tidak pernah menang dalam 11 pertemuan terakhir di semua kompetisi. Bahkan, Spanyol memenangi lima pertemuan terakhir dengan agregat mencolok 13-1. "Belgia berharap performa mereka sedang mencapai puncaknya menjelang laga perempat final Piala Dunia melawan Spanyol," tulis Opta Analyst.

Belgia Mulai Menemukan Performa Terbaik

Tim asuhan Rudi Garcia memang belum tampil sepenuhnya meyakinkan ketika menjadi juara Grup G. Namun mereka menunjukkan karakter kuat dengan bangkit mengalahkan Senegal 3-2 setelah perpanjangan waktu pada babak 32 besar.

Performa Belgia meningkat tajam pada babak 16 besar. Mereka menghancurkan salah satu tuan rumah, Amerika Serikat, dengan skor 4-1 di Stadion Lumen Field, Seattle, Selasa, 7 Juli 2026. Di tengah sorotan terhadap kebugaran penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, Belgia justru tampil sangat efektif. Charles De Ketelaere mencetak dua gol, sedangkan Hans Vanaken dan Romelu Lukaku masing-masing menyumbang satu gol.

Meski menjadi pemain Belgia kedua setelah Marc Wilmots pada 2002 yang mencetak gol dalam tiga pertandingan Piala Dunia secara beruntun, Lukaku diperkirakan kembali memulai laga dari bangku cadangan.

Ketiga gol Lukaku pada Piala Dunia kali ini semuanya dicetak sebagai pemain pengganti. Dalam sejarah Piala Dunia, hanya Roger Milla dari Kamerun yang pernah mencetak lebih banyak gol sebagai pemain pengganti dalam satu edisi, yakni empat gol pada 1990.

Ketajaman Lukaku mencerminkan efektivitas lini depan Belgia. Tingkat konversi tembakan mereka mencapai 12,1 persen, menjadi yang terbaik kedua dalam sejarah penampilan Belgia di Piala Dunia sejak data tersedia pada 1966. Catatan itu hanya kalah dari konversi 15,2 persen saat Belgia finis di posisi ketiga pada Piala Dunia 2018 di Rusia.

Belgia juga tampil agresif dalam menciptakan peluang. Mereka melepaskan rata-rata 21,4 tembakan per pertandingan atau 107 tembakan dalam lima laga. Jumlah itu hanya kalah dari rata-rata 24 tembakan per laga yang mereka catatkan pada Piala Dunia 1970.

Pertahanan Spanyol Sulit Ditembus

Produktivitas Belgia akan diuji oleh lini belakang Spanyol yang tampil luar biasa sepanjang turnamen.
La Roja mencatat clean sheet keenam secara beruntun ketika mengalahkan Portugal 1-0 pada babak 16 besar. Gol tunggal Mikel Merino pada masa injury time memastikan Spanyol lolos ke perempat final. "Hasil itu juga menjadi rekor baru dalam sejarah Piala Dunia. Mereka belum kebobolan selama 10 jam 9 menit bermain dalam turnamen ini," tulis Opta Analyst.

Lebih impresif lagi, Spanyol hanya memiliki rata-rata expected goals against (xGA) sebesar 0,30 per pertandingan, angka terendah yang pernah dicatatkan sebuah tim dalam satu edisi putaran final Piala Dunia. Merino menjadi penentu kemenangan atas Portugal sekaligus membawa Spanyol mencapai perempat final Piala Dunia untuk keenam kalinya.

Spanyol pernah kalah pada empat penampilan pertama mereka di babak perempat final pada edisi 1934 hingga 2002. Kutukan itu baru berakhir ketika mereka mengalahkan Paraguay 1-0 pada Piala Dunia 2010 sebelum akhirnya menjadi juara dunia.

Yamal dan Rodri Jadi Andalan

Ketika Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010, Lamine Yamal baru berusia 3 tahun. Kini, pemain Barcelona itu diharapkan menjadi motor serangan La Roja. Yamal telah sukses melakukan 17 dribel sepanjang turnamen. Di antara pemain remaja sejak data tersedia pada 1966, hanya Jamal Musiala (19 dribel pada 2022) dan Kylian Mbappé (22 dribel pada 2018) yang mencatatkan angka lebih tinggi.

Di lini tengah, Rodri menjadi pengatur permainan utama. Ia telah membukukan 80 umpan yang mematahkan garis pertahanan lawan (line-breaking passes), terbanyak bagi pemain Spanyol di Piala Dunia sejak 2010. Saat itu Gerard Piqué mencatatkan 86 umpan, Xavi Hernández 89, dan Xabi Alonso 126.

Pelatih Luis de la Fuente pun optimistis Yamal akan kembali memberi pengaruh besar. "Dia akan memberikan kontribusi dalam aspek menyerang, itu sangat jelas. Dia memiliki potensi yang luar biasa. Dan tentu saja, dalam beberapa hal, kemampuan terbaiknya masih akan datang," kata De la Fuente, seperti dikutip dari France24.

Di bawah asuhan De la Fuente, Spanyol selalu lolos dari enam pertandingan fase gugur turnamen besar yang dijalaninya. Sepanjang sejarah, hanya Vittorio Pozzo bersama Italia dan Vicente del Bosque bersama Spanyol yang pernah memenangi lebih banyak laga fase gugur secara beruntun sejak awal kepemimpinan mereka.

Rekor Pertemuan

Kedua tim terakhir bertemu dalam laga persahabatan di Brussel pada September 2016. Saat itu, dua gol David Silva membawa Spanyol menang 2-0. Sejak kalah 1-2 dari Belgia pada Piala Eropa 1980, Spanyol tidak pernah lagi menelan kekalahan dalam 11 pertemuan melawan Belgia di semua kompetisi. La Roja membukukan sembilan kemenangan dan dua hasil imbang.

Laga ini menjadi pertemuan ketiga kedua negara di Piala Dunia dan yang kedua di babak perempat final. Pada Piala Dunia 1986, Belgia menyingkirkan Spanyol melalui adu penalti setelah bermain imbang 1-1. Adapun Spanyol menang 2-1 pada fase grup Piala Dunia 1990.

Berdasarkan simulasi Opta, Spanyol menjadi favorit kuat untuk melaju ke semifinal. Pemenang laga ini akan menghadapi Prancis yang lebih dulu mengalahkan Maroko 2-0 pada babak perempat final.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |