Mengapa Susu Nabati Makin Diminati untuk Campuran Kopi

5 hours ago 11

SUSU nabati seperti oat milk, soy milk, almond milk, hingga coconut milk, mulai diminati para pecinta kopi sebagai campuran kopi. Peningkatan minat ini didorong oleh berbagai faktor, mulai dari intoleransi laktosa, kesadaran kesehatan hingga keinginan konsumen untuk mencoba kombinasi rasa baru dalam secangkir kopi.

Mikael Jasin, World Barista Champion 2024, meningkatnya minat terhadap susu alternatif tidak semata-mata berkaitan dengan kesehatan atau intoleransi laktosa. Di Indonesia, banyak konsumen justru tertarik karena keunikan rasa yang ditawarkan.

“Kalau susu sapi rasanya relatif mirip-mirip. Sementara susu alternatif punya karakter yang berbeda-beda,” ujar Mikael dalam acara Café Hopping Program “Sip, Explore, and Win” Milklab di Kohi by Omakafe, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.

Menurut dia, oat milk menghadirkan rasa yang cenderung manis dan lembut, almond milk memiliki nuansa kacang yang khas, soy milk menawarkan cita rasa yang berbeda, sementara coconut milk memberikan sentuhan tropis yang kuat. Keragaman karakter inilah yang membuat susu nabati menarik bagi konsumen maupun pelaku industri kopi.

Pilihan Editor: Saat Ngopi Menjadi Pelipur pada Masa Sulit

Menurut Mikael, tren minuman saat ini juga bergerak ke arah rasa yang lebih kreatif dan eksploratif. Konsumen tidak lagi hanya mencari kopi susu dengan rasa yang familiar, tetapi juga minuman yang unik dan memberikan pengalaman baru. Susu nabati menjadi bahan yang membuka lebih banyak kemungkinan. Berbagai kreasi minuman dapat lahir dari kombinasi kopi dan susu alternatif. Mikael mencontohkan penggunaan coconut milk untuk menciptakan minuman dengan cita rasa yang menyerupai pastry atau dessert. Begitu pula kombinasi bahan lain seperti pistachio, cokelat, maupun gula aren yang menghasilkan profil rasa berbeda dari kopi susu konvensional.

Kedai-kedai kopi mulai mencatat peningkatan pemesanan kopi dengan susu nabati. Co-founder Brown Puck Coffee, Andy Phan, mengatakan, dulu pemesanan kopi dengan susu nabati mungkin hanya satu di antara 10, kini bisa sampai tiga dari 10. Intoleransi laktosa bukan satu-satunya alasan pelanggan memesan kopi dengan susu nabati. Kesadaran terhadap kesehatan dan gaya hidup juga berperan dalam mendorong orang mencoba susu nabati. “Biasanya karena health conscious juga dan lifestyle, walaupun itu kembali ke pilihan masing-masing,” kata dia di kedai kopinya di Plaza Indonesia, Kamis. 

Brown Puck Coffee menggunakan beberapa pilihan susu nabati, antara lain susu oat, susu kedelai, susu almon, dan coconut milk. Dari berbagai pilihan tersebut, oat milk menjadi varian yang paling banyak dipilih pelanggan, disusul oleh susu almon dan susu kedelai.

Menurut Andy, popularitas oat milk tidak lepas dari rasanya yang sudah semakin dikenal oleh konsumen. Selain itu, karakter susu nabati tersebut dinilai cocok dipadukan dengan kopi. “Karakter oat-nya masih terasa, tapi tidak mengganggu rasa kopi. Dari segi tekstur dan proses pembuatan minuman juga lebih mudah,” ujarnya.

Jika pada awalnya pilihan susu alternatif identik dengan kebutuhan khusus seperti intoleransi laktosa atau pola makan vegan, kini faktor rasa, kreativitas, dan gaya hidup menjadi pendorong minat terhadap kopi susu nabati. 

Pilihan Editor: Bagaimana Indonesia Menjadi Raja Kedai Kopi di Dunia
Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |