REPUBLIKA.CO.ID, Amirul Hajj sekaligus Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf memastikan bahwa kertas yang ditempel oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) di tenda Arafah telah dilepas. Para petugas sudah diterjunkan untuk menertibkan tempelan pengkavlingan sepihak tersebut.
"Tempelan KBIH sudah dicopoti sudah diganti tempelan dari kita (Kementerian Haji dan Umrah)," ungkap Gus Irfan kemarin.
Menurut Gus Irfan, operasi penertiban dillakukan secara masif setelah tim peninjau mendapati tempelan kertas 'ilegal' yang dipasang oleh KBIHU pada Kamis (21/5/2026). "Tadi malam ada operasi pembersihan," katanya.
Petugas mengganti tempelan tersebut dengan kertas resmi Kemenhaj yang memuat kapasitas tenda dan data kloter. "Minimal ada data kloter, nanti kita upayakan dengan nama-namanya (jemaah yang menempati tenda)," kata dia.
KBIHU nakal didata
Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Haji dan Umrah RI Hasan Afandi mengungkapkan, kementerian telah mendata nama-nama KBIHU yang diduga melakukan penempelan kertas. Hal itu dilakukan untuk memastikan mereka tidak lagi mengulangi pengkavlingan tenda sepihak.
"Kami mencatat daftar nama KBIHU yang kemarin dilepas tanda-tandanya waktu kunjungan menteri dan wamen di Arafah," kata dia.
Sesuai instruksi menteri dan wakil menteri, KBIHU yang masih nekat akan ditindaktegas dan dicabut izinnya. Hasan menegaskan, pembagian tenda adalah kewenangan Kementerian Haji dan Umrah RI.
"Jadi tidak kemudian dikavling sepihak oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan daerah tertentu atau KBIHU tertentu," tandasnya.
Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf dan Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengancam akan mencabut izin KBIHU nakal. Tim Amirul Hajj juga merobek kertas-kertas yang diduga dipasang oleh KBIHU di tenda-tenda Arafah, Kamis (21/5/2026).
"Ini ilegal ini (penempelan kertas tanpa izin), kan sudah ada standarnya, KBIH yang bandel izinnya kami copot. Yang enggak tertib, enggak nurut aturan kami cabut izinnya," kata Dahnil Anzar Simanjuntak saat meninjau Arafah bersama tim Amirul Hajj, Kamis (21/5/2026).
Tindakan mengkavling secara sepihak yang dilakukan oleh KBIHU ini dianggap dapat merugikan jamaah lainnya. "Tahun kemarin ada jemaah yang tidak mendapatkan tenda karena perilaku seperti ini," katanya.

5 hours ago
10
















































