REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Prof Atip Latipulhayat menanggapi soal jebloknya nilai matematika siswa peserta Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD/MI Sederajat dan SMP/MTS sederajat Tahun 2026. Atip menyebut TKA memang dilakukan guna mengevaluasi pelaksanaaan pembelajaran selama ini.
"Salah satu tujuan dari TKA adalah untuk mengevaluasi hasil pembelajaran khususnya matpel Matematika," kata Atip kepada Republika, Jumat (29/4/2026).
Atip memastikan hasil TKA akan digunakan untuk memperbaiki pola pembelajaran terhadap para siswa. Sehingga diharapkan nilai matematika siswa dapat terdongkrak ke depannya. "Hasil yang diperoleh menjadi informasi penting untuk perbaikan," ujar Atip.
Atip juga menjelaskan hasil TKA ini bakal ditindaklanjuti Kemendikdasmen dengan sejumlah upaya perbaikan. Langkah yang sudah dilakukan antara lain dengan menerapkan pembelajaran mendalam (deep learning), penguatan literasi numerasi dan pembelajaran matematika gembira.
"Penggunaan papan digital interaktif yang merupakan salah satu bentuk digitalisasi pembelajaran yang menghadirkan pembelajaran matematika lebih mudah dipahami oleh murid dan berlangsung secara lebih menyenangkan," ujar Atip.
Sebelumnya, terungkap hasil TKA jenjang SD/MI Sederajat dan SMP/MTS sederajat Tahun 2026 nilai matematika masih jeblok. Nilai terbaik peserta TKA di mata pelajaran bahasa Indonesia. Berdasarkan hasil nasional, capaian Bahasa Indonesia tercatat lebih tinggi dibandingkan Matematika pada kedua jenjang.
"Untuk SD/MI sederajat, rerata Bahasa Indonesia mencapai 60,14 sedangkan Matematika 43,41. Sementara pada jenjang SMP/MTS sederajat, rerata Bahasa Indonesia berada di angka 60,83 dan Matematika 40,34," kata Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin.

10 hours ago
13















































