Pesan Prabowo untuk Santri Gontor: Waspadai Buzzer dan “Antek Asing” di Media Sosial

3 days ago 56
Presiden Prabowo Subianto | Instagram

PONOROGO, JOGLOSEMARNEWS.COM Presiden Prabowo Subianto meminta para santri tidak menelan mentah-mentah informasi yang berseliweran di media sosial. Ia bahkan mengingatkan adanya pihak yang disebutnya sebagai “antek asing” yang memiliki kemampuan dan sumber daya untuk memengaruhi opini publik melalui media sosial.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).

Di hadapan para santri, Prabowo menekankan pentingnya sikap kritis ketika menerima informasi dari media sosial. Menurut dia, tidak semua informasi yang beredar di ruang digital dapat dipercaya begitu saja.

“Jangan percaya semua yang ada di media sosial itu,” katanya.

Prabowo kemudian mengaitkan derasnya arus informasi di media sosial dengan keberadaan pihak yang disebutnya sebagai antek asing.

Menurut Presiden, kelompok tersebut memiliki sumber daya untuk membentuk opini melalui berbagai saluran digital, termasuk dengan membayar buzzer.

“Mereka punya uang, mereka bisa bayar buzzer, mereka bisa main di media sosial. Hati-hati. Jangan percaya semua yang ada di media sosial itu,” katanya.

Klaim soal Indonesia Ingin Dilemahkan

Dalam pidatonya, Prabowo menyebut pihak yang dia maksud memiliki kepentingan untuk melemahkan semangat masyarakat Indonesia.

Ia mengatakan upaya tersebut dilakukan dengan memengaruhi rasa percaya diri dan keberanian bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan.

Presiden menyebut tujuan akhirnya adalah membuat Indonesia tetap berada dalam kondisi lemah dan miskin.

“Mereka ingin menurunkan semangat kita. Mereka ingin menurunkan keberanian kita. Mereka ingin menurunkan kepercayaan diri kita. Mereka ingin kita lemah. Mereka ingin kita tetap miskin. Mereka ingin kita menjadi budak mereka selamanya,” pungkasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam momentum peringatan satu abad Gontor. Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengingatkan para santri agar memiliki ketahanan dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi.

Pesan tersebut menjadi relevan di tengah semakin besarnya peran media sosial dalam membentuk persepsi publik. Informasi yang beredar di platform digital dapat berasal dari beragam sumber dengan tingkat kredibilitas yang berbeda.

Karena itu, ajakan untuk tidak mudah mempercayai informasi di media sosial pada dasarnya menempatkan kemampuan memeriksa sumber dan menilai informasi sebagai bagian penting dari kecakapan masyarakat di era digital.

Namun, dalam pernyataannya di Gontor, Prabowo tidak menyebut secara spesifik pihak atau negara yang dimaksudnya sebagai “antek asing”, maupun menunjukkan bukti tertentu mengenai kelompok yang disebut menggunakan buzzer untuk melemahkan Indonesia.

Peringatan 100 tahun Gontor sendiri menjadi momentum bagi Presiden untuk bertemu langsung dengan para santri dan menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga semangat, keberanian, serta kepercayaan diri sebagai bangsa. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |