CANTIKA.COM, Jakarta - Prilly Latuconsina, aktris, penyanyi, dan pengusaha Indonesia, kembali menjadi sorotan publik setelah mengaktifkan status “Open to Work” di platform profesional LinkedIn pada akhir Januari 2026. Langkah ini menarik perhatian besar dari pengguna media sosial hingga menjadi trending topik di media sosial.
Apa yang Dilakukan Prilly?
Pada tanggal 25 Januari 2026, Prilly Latuconsina memasang badge “Open to Work” pada profil LinkedIn-nya. Dalam unggahan itu, ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut bukan karena kekurangan pekerjaan, melainkan sebagai bagian dari keinginannya untuk mencari peluang baru dan belajar pengalaman kerja di sektor berbeda dari dunia hiburan.
Dalam keterangan yang sama, Prilly juga menyebut dirinya terbuka untuk berbagai peran, termasuk di bidang penjualan seperti retail sales, store promoter, dan field sales, area yang belum pernah ia geluti sebelumnya.
Respons Publik & Tawaran yang Masuk
Aktivasi status Open to Work oleh Prilly langsung mendapat respons signifikan. Akun LinkedIn miliknya dibanjiri oleh puluhan ribu permintaan koneksi dan tawaran kerja dari perusahaan, brand, organisasi, hingga komunitas profesional lain. Beberapa laporan menyebut angka tersebut mencapai lebih dari 30 ribu tawaran koneksi dan peluang kerja yang masuk dalam waktu singkat.
Melalui unggahan di Instagram, Prilly menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian dan antusiasme yang diterima, serta mengungkapkan bahwa ia membaca satu per satu pesan dan tawaran yang masuk.
Beberapa tawaran yang dilaporkan termasuk ajakan kerja sama dengan komunitas peduli lingkungan dan upaya kolaborasi dengan berbagai pihak yang sejalan dengan minat pribadi Prilly.
Pengunduran Diri dari Sinemaku Pictures
Langkah Prilly ini terjadi tidak lama setelah ia resmi mengundurkan diri dari Sinemaku Pictures, rumah produksi yang ia dirikan bersama beberapa rekan pada tahun 2019. Keputusan itu diambil pada awal Januari 2026 sebagai bagian dari fase transisi kariernya.
Kritik dan Perdebatan di Media Sosial
Selain mendapatkan respons positif, langkah Prilly juga memicu diskusi dan kritik di media sosial. Beberapa pengguna di platform seperti X (sebelumnya Twitter) dan Threads mempertanyakan keputusan figur publik untuk memakai fitur Open to Work, terutama karena fitur tersebut lazim digunakan oleh pencari kerja yang benar-benar membutuhkan pekerjaan sebagai sumber penghidupan.
Beberapa kritik juga beredar yang menyebut bahwa penggunaan status tersebut oleh seorang selebritas bisa dipersepsikan berbeda oleh publik, termasuk tudingan bahwa langkah itu mungkin bagian dari strategi promosi atau kampanye pemasaran dengan brand tertentu.
Sebagian netizen merasa bahwa simbol Open to Work di LinkedIn bagi banyak orang mencerminkan perjuangan nyata dalam mencari pekerjaan, sehingga menjadi bahan perdebatan ketika digunakan oleh figur publik yang sudah mapan dalam kariernya.
Langkah ini memicu animo besar di platform profesional, dengan puluhan ribu koneksi dan tawaran yang masuk hanya dalam beberapa hari setelah badge tersebut dipasang. Prilly Latuconsina menjelaskan bahwa motivasinya adalah inspirasi dan keinginan untuk belajar pengalaman baru di luar dunia hiburan, bukan karena kekurangan aktivitas profesional.
Namun di sisi lain, langkah tersebut juga menarik berbagai reaksi dan diskusi di media sosial. Beberapa netizen mempertanyakan relevansi penggunaan fitur Open to Work oleh seorang figur publik yang sudah mapan, terutama di tengah situasi pasar kerja yang menantang bagi banyak orang.
Pilihan Editor: Omara Esteghlal Raih Piala Festival Film Tempo 2025, Prilly Latuconsina Ungkap Rasa Bangga
INSTAGRAM | THREADS | X
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.


















































