Ratusan Rumah di Medan Kebanjiran Akibat Hujan Deras-Angin Kencang

13 hours ago 16

Medan, CNN Indonesia --

Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Medan, Sumatera Utara, Kamis (4/6) malam kemarin.

Imbasnya, ratusan rumah terendam banjir dengan ketinggian berkisar antara 80 hingga 150 sentimeter.

Kepala BPBD Kota Medan, Yunita Sari mengatakan sedikitnya tiga kecamatan dilaporkan terdampak banjir antara lain Medan Johor, Medan Selayang, dan Medan Maimun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pendataan serta penanganan darurat masih terus dilakukan bersama aparat kecamatan dan kelurahan setempat.

"Kita telah menurunkan tim untuk melakukan asesmen cepat, sekaligus membantu proses evakuasi di wilayah yang terdampak," ujarnya, Jumat (5/6) pagi.

Dia menyebutkan di Kecamatan Medan Johor, banjir merendam sekitar 150 rumah warga yang berada di Jalan Luku, Kelurahan Kwala Bekala. Sejumlah warga terpaksa dievakuasi ke tempat yang lebih aman karena ketinggian air mulai memasuki area rumah.

"Sementara itu, di Kecamatan Medan Selayang, genangan air juga cukup signifikan dengan sekitar 80 rumah terdampak di Jalan Saudara, Kelurahan Beringin," sebut Yunita.

Di lokasi tersebut beberapa warga memilih mengungsi sementara waktu karena kondisi air yang naik cukup cepat pada malam hingga dini hari.

Petugas gabungan masih bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan debit air susulan apabila hujan kembali terjadi.

"Sedangkan di Kecamatan Medan Maimun, khususnya di kawasan Kampung Aur, tercatat sekitar 255 rumah terdampak banjir. Namun, hingga laporan terakhir, situasi masih relatif terkendali dan tidak terdapat pengungsi," tutur Yunita.

Hal ini disebabkan sebagian besar rumah warga di kawasan tersebut merupakan bangunan bertingkat sehingga masih memungkinkan warga bertahan di lantai atas meski terjadi genangan di bagian bawah rumah.

"BPBD Kota Medan juga mencatat bahwa kondisi cuaca yang masih tidak stabil berpotensi memicu kenaikan tinggi muka air di beberapa titik lain," paparnya.

Banjir juga merendam sejumlah ruas jalan di Kota Medan. Tak hanya itu, di Jalan Balam, Kelurahan Sei Kambing B, sebuah warung kopi ambruk setelah hujan deras dan angin kencang. Akibatnya pengunjung berhamburan menyelamatkan diri.

Untuk itu, tambahnya, masyarakat di wilayah rawan banjir diimbau tetap waspada, terutama yang tinggal di sekitar aliran drainase dan daerah rendah.

"Selain melakukan evakuasi dan pendataan, petugas juga fokus pada pemantauan debit air serta koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan aliran air dapat segera surut," demikian penjelasan Yunita.

(fnr/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |