Sederet Faktor Pendorong IHSG Menguat pada Awal Pekan Ini

2 days ago 22

HEAD of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata membeberkan sejumlah faktor yang mendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini menguat. Penguatan IHSG ini mengikuti bursa saham global dan dipicu oleh kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

Sebagai catatan, IHSG pada pagi hari ini dibuka menguat 111,07 poin atau 1,85 persen ke posisi 6.118,73. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 13,38 poin atau 2,24 persen ke posisi 601,83.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Kiwoom Research cukup optimistis untuk rekomendasikan average up bertahap,” kata Liza dalam kajiannya di Jakarta, Senin, 15 Juni 2026, dikutip dari Antara.

Liza menjelaskan, faktor pendorong IHSG di antaranya berasal dari eksternal. Selama akhir pekan lalu, perhatian pasar tertuju pada perkembangan di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan bahwa kesepakatan damai antara AS dan Iran telah selesai dan akan ditandatangani secara resmi pada 19 Juni 2026 di Swiss.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi soal memorandum of understanding (MoU) yang telah difinalisasi.

Kesepakatan itu mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap Iran, pelepasan aset Iran senilai US$ 25 miliar yang dibekukan, serta komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir selama proses negosiasi final berlangsung.

Meski begitu, Iran menegaskan bahwa pengelolaan Selat Hormuz akan tetap berada di bawah Iran dan Oman, serta masih membuka kemungkinan adanya pungutan atas layanan navigasi dan keamanan.

Tak hanya itu, kata Liza, fokus pelaku pasar pekan ini yaitu rapat The Fed pertama di bawah kepemimpinan Kevin Warsh, yang diperkirakan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5-3,75 persen. “Membaiknya situasi geopolitik, mengurangi kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global dan langsung meningkatkan selera risiko investor,” tuturnya.

Sementara itu, faktor internal yang turut menguatkan indeks datang dari proyeksi Bank Dunia soal defisit APBN Indonesia di level 2,8 persen PDB pada 2026-2027. Defisit itu akan turun tipis ke 2,7 persen pada 2028, akibat tekanan subsidi energi, program prioritas pemerintah, dan kenaikan beban bunga utang yang diproyeksikan meningkat dari 18,7 persen menjadi 19,2 persen dari penerimaan negara pada 2028.

Berikutnya, faktor pendorong IHSG adalah kerja sama Bank Indonesia (BI) dan PBOC dalam memperdalam kerja sama keuangan melalui peningkatan Bilateral Currency Swap Agreement (BCSA). Selain itu, ada kegiatan perluasan transaksi mata uang lokal, pembentukan Renminbi Clearing Arrangement di Indonesia, peluncuran QR lintas batas Indonesia-Cina, serta keikutsertaan Bank Mandiri dalam sistem pembayaran lintas negara CIPS Cina.

Faktor internal lainnya adalah Danantara melalui PT Danantara Investment Management (DIM) menerbitkan obligasi global perdana senilai US$ 1,5 miliar dengan yield 5,35 persen (tenor 5 tahun) dan 5,95 persen (tenor 10 tahun), sebagai bagian dari program GMTN US$ 5 miliar. Sementara perhatian investor tengah menyoroti risiko fiskal Indonesia, stabilitas rupiah, dan perluasan mandat Danantara sebagai eksportir tunggal komoditas strategis mulai September mendatang.

Adapun pada perdagangan Jumat pekan lalu, bursa saham Eropa kompak menguat. Beberapa bursa itu adalah Euro Stoxx 50 menguat 2,16 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 1,63 persen, indeks DAX Jerman menguat 1,76 persen, serta indeks CAC 40 Prancis menguat 1,83 persen.

Bursa AS Wall Street pun kompak menguat pada Jumat pekan lalu, seperti Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,17 persen, indeks S&P 500 menguat 0,50 persen, dan indeks Nasdaq Composite menguat 0,31 persen.

Sementara bursa saham regional Asia yang menguat pada hari ini meliputi indeks Nikkei menguat 5,44 persen ke 69.680,00, indeks Shanghai menguat 0,94 persen ke 4.096,31, indeks Hang Seng menguat 0,43 persen ke 24.828,00, dan indeks Strait Times menguat 1,14 persen ke 5.083,78.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |