CANTIKA.COM, Jakarta - SM Entertainment mengumumkan rencana musik dan bisnis baru pada Selasa (20/01/2026). Langkah ini kemungkinan bertujuan untuk meredakan kekhawatiran tentang arah kreatif agensi tersebut mengingat kepergian sejumlah tokoh penting yang membentuk citra dan gaya musiknya.
Perusahaan tersebut menyatakan akan beralih dari struktur multi-produksi ke pendekatan “multi-kreatif” baru sebagai bagian dari peta jalan barunya, yang dikenal sebagai SM Next 3.0, yang bertujuan untuk menempatkan artis dan profesional kreatif di pusat operasinya. SM mengklaim bahwa kini mereka akan menugaskan para kreator sesuai dengan visi dan kebutuhan konseptual yang berubah dari masing-masing artis, daripada memiliki tim internal yang tetap.
Fokus Utama SM 3.0
1. Sistem Multi-Production Center dan Label
Salah satu perubahan paling signifikan dalam SM 3.0 adalah penerapan multi-production system. Jika sebelumnya proses kreatif terpusat pada satu figur utama, kini SM membagi produksi ke beberapa pusat kreatif dan label independen. Saat ini konsepnya terbagi jadi 5 center production, yaitu One, Prism, Red, Neo, dan Wizard yang menaungi semua artis mereka.
Konsep multi production center SM Entertainment. Foto: YouTube/SMTOWN
Sistem ini memungkinkan adanya proses produksi lebih cepat, variasi konsep dan genre yang lebih luas, serta pendekatan kreatif yang disesuaikan dengan karakter artis di dalam naungan mereka.
Dengan cara ini, setiap artis dapat dikembangkan melalui tim yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.
2. Monetisasi Intellectual Property (IP)
SM 3.0 menempatkan IP artis sebagai aset utama perusahaan. Tidak hanya mengandalkan penjualan album dan konser, SM kini fokus memperluas pendapatan melalui merchandise dan produk lifestyle, lisensi karakter dan brand, konten digital dan platform streaming, sampai proyek kolaborasi lintas industri
Strategi ini bertujuan memaksimalkan nilai jangka panjang dari setiap artis dan brand yang dimiliki SM.
3. Ekspansi Global dan Lokalisasi Pasar
SM Entertainment juga menargetkan ekspansi global yang lebih agresif melalui SM 3.0. Perusahaan berencana membangun pusat produksi dan kerja sama strategis di berbagai wilayah seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Asia Tenggara.
Pendekatan ini memungkinkan SM untuk mengembangkan artis dan konten lokal, menyesuaikan strategi dengan karakter pasar regional, dan memperkuat jaringan distribusi internasional.
Dengan strategi ini, SM ingin menjadi perusahaan hiburan global, bukan hanya agensi K-pop.
4. Integrasi Teknologi dan Pengalaman Fans
SM 3.0 juga berfokus pada penguatan hubungan dengan penggemar melalui teknologi. SM mengembangkan sistem platform yang lebih terintegrasi, termasuk pemanfaatan data dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan interaksi fans, mengoptimalkan strategi promosi, dan memberikan pengalaman konten yang lebih personal.
Pendekatan ini bertujuan menciptakan ekosistem fandom yang lebih interaktif dan berkelanjutan.
SM 3.0 dianggap sebagai langkah adaptif terhadap perubahan industri hiburan global yang semakin kompetitif dan digital. Strategi ini menunjukkan bahwa SM tidak hanya ingin bertahan, tetapi juga memimpin transformasi industri.
Dengan pendekatan yang lebih fleksibel, berbasis teknologi, dan berorientasi global, SM 3.0 diharapkan mampu menciptakan sistem yang lebih berkelanjutan bagi artis, perusahaan, dan penggemar.
Melalui SM 3.0, SM Entertainment menargetkan posisi sebagai perusahaan hiburan global yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing tinggi di era digital.
Pilihan Editor: EXO Resmi Comeback Lewat Perilisan MV Crown, Tampilkan Visual Sinematik Penuh Simbol
YOUTUBE | THE KOREA HERALD | THE CHOSUN ILBO
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.


















































