Taylor Swift Patenkan Suara dan Fotonya

10 hours ago 17

BINTANG pop Taylor Swift mengajukan permohonan untuk mendaftarkan merek dagangnya pada Jumat, 24 April 2026. Langkah tersebut ditengarai bertujuan untuk melindungi identitas Swift dari gempuran produksi konten berbasis Akal Imitasi (AI) yang beredar luas di media sosial.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dilansir dari IGN, upaya pendaftaran merek dagang oleh Taylor Swift pertama kali dilaporkan oleh Josh Gerben, seorang pengacara kekayaan intelektual dari Gerben IP. Pengajuan tersebut dilakukan oleh manajemen hak cipta Swift, TAS Rights Management.

Terdapat tiga permohonan merek dagang yang diajukan pihak Swift ke Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat. Dua di antaranya berupa suara dari pemilik 14 Grammy Awards yang mengatakan "Hey, it's Taylor Swift" dan "Hey, it's Taylor".

Sedangkan yang ketiga adalah gambar yang dideskripsikan sebagai: "Foto Taylor Swift memegang gitar merah muda, dengan tali hitam dan mengenakan pakaian ketat warna-warni berkilauan dengan sepatu bot perak. Dia berdiri di atas panggung merah muda di depan mikrofon warna-warni dengan lampu ungu di latar belakang."

Penyalahgunaan Gambar Taylor Swift

Variety mencatat bahwa potret Taylor Swift telah digunakan tanpa izin dalam berbagai gambar palsu buatan AI. Tak terkecuali oleh chatbot miliki AI Meta. Lebih jauh lagi, potret diri pelantun tembang "The Fate of Ophelia" bahkan sempat diubah menjadi konten pornografi dan telah beredar di internet. 

Selain itu, foto Swift juga sempat digunakan sebagai bagian dari kampanye politik ketika menjelang pemilihan presiden Amerika Serikat pada 2024. Kala itu, Donald Trump membagikan gambar Swift yang dihasilkan oleh AI. Namun, gambar tersebut justru "secara tidak akurat" menyiratkan bahwa penyanyi kelahiran Pennsylvania 36 tahun lalu itu telah mendukung Trump. 

Ikuti Langkah Matthew McConaughey

Masih dalam laporan yang sama, pengajuan merek dagang oleh Taylor Swift dilakukan setelah pengacara Matthew McConaughey mengamankan hal serupa. Pada 2025, Kantor Paten dan Merek Dagang S bahkan telah memberikan delapan merek dagang untuk bintang film Interstellar tersebut. 

Merek dagang tersebut termasuk suara McConaughey yang mengucapkan "Alright, alright, alright!". Kalimat ikonik ini berasal dari film komedi Dazed and Confused yang dibintangi aktor sekaligus produser Amerika Serikat tersebut. Adapun yang lainnya berupa klip audio dan video McConaughey. 

Tantangan Regulasi Hukum

Berbagai Undang-Undang Hak Publisitas Amerika Serikat dirancang demi melindungi para selebriti agar merek mereka tidak dicuri untuk kepentingan komersil. Namun berdasar laporan The Hollywood Reporter, penegakan secara hukum akan menjadi sulit karena beberapa negara bagian tak memiliki undang-undang serupa. 

Dengan adanya merek dagang tersebut, Taylor Swift dan Matthew McConaughey kemungkinan berharap bahwa ancaman gugatan federal akan mencegah penyalahgunaan. Secara hipotetis, Swift bisa saja berargumen bahwa kreasi AI yang menggunakan suara dan potret dirinya melanggar hak kekayaan intelektual. 

Akan tetapi, seorang pengacara kekayaan intelektual di Lippes Mathias, Matthew Asbell, menyebut bahwa teori tersebut masih belum teruji. "Saya tidak yakin itu akan sangat efektif, kecuali dalam keadaan langka," tutur Asbell. Selain itu, Asbell juga menyebut bahwa frasa yang coba diajukan sebagai merek dagang Swift lebih penting dari suara penyanyi itu sendiri.

"Jadi, kecuali pihak lain menggunakan suara (nya) untuk mengatakan hal yang sama atau sesuatu yang sangat mirip, akan sulit untuk menggunakan merek dagang ini untuk menegakkan hukum terhadap mereka,” imbuh Asbell.

CAHYA SAPUTRA

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |