WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Langkah serius dilakukan Polres Wonogiri dalam menghadapi ancaman penyakit Tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi perhatian dunia kesehatan. Dalam satu hari, jajaran kepolisian tidak hanya menggelar pemeriksaan kesehatan gratis dan skrining TBC bagi masyarakat, tetapi juga mematangkan rencana pemeriksaan paru-paru seluruh Bhabinkamtibmas menggunakan teknologi X-Ray portabel.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung di Klinik Polres Wonogiri pada Selasa (2/6/2026) itu memunculkan pertanyaan yang mulai ramai dibicarakan masyarakat: apakah kasus TBC di Wonogiri sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan?
Meski belum ada pernyataan resmi yang menyebut kondisi darurat, langkah deteksi dini yang dilakukan secara masif menunjukkan bahwa kewaspadaan terhadap penyebaran TBC terus ditingkatkan. Penyakit yang menyerang paru-paru tersebut memang masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia karena dapat menular melalui percikan droplet saat penderita batuk, bersin, maupun berbicara.
Sebagai bentuk upaya pencegahan, Polres Wonogiri melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) menggelar cek kesehatan gratis dan skrining TBC paru untuk masyarakat umum. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 12.00 hingga 14.00 WIB itu diikuti puluhan warga yang memanfaatkan kesempatan untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.
Sebanyak 30 warga mendapatkan layanan pemeriksaan tekanan darah, konsultasi kesehatan, serta pemberian vitamin guna membantu menjaga daya tahan tubuh.
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama Kabiddokkes Polda Jawa Tengah Kombes drg. Agung Hadi Wijanarko. Turut mendampingi Kasat Binmas Polres Wonogiri, Kasi Dokkes Polres Wonogiri Penda Sulistyowati serta personel Sidokkes Polres Wonogiri.
Kabiddokkes Polda Jawa Tengah Kombes drg. Agung Hadi Wijanarko menegaskan bahwa skrining kesehatan merupakan langkah penting untuk menemukan potensi penyakit sejak dini sebelum berkembang menjadi lebih serius.
“Pemeriksaan dan skrining kesehatan seperti ini menjadi bagian dari upaya deteksi dini agar masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya, khususnya terkait TB paru yang masih menjadi perhatian,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mengisyaratkan bahwa TBC masih menjadi fokus pengawasan kesehatan. Karena itu, deteksi dini dinilai menjadi salah satu kunci utama untuk menekan risiko penularan sekaligus mempercepat penanganan apabila ditemukan kasus baru.
Sementara itu Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya terbatas pada menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga ikut berkontribusi dalam pelayanan sosial dan kesehatan.
“Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga berupaya memberikan pelayanan sosial dan kesehatan bagi masyarakat. Harapannya kegiatan ini dapat membantu warga sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan,” terang Kapolres.
Di hari yang sama, Polres Wonogiri juga menggelar pertemuan strategis bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri dan Biddokkes Polda Jawa Tengah untuk membahas pelaksanaan pemeriksaan kesehatan seluruh Bhabinkamtibmas menggunakan X-Ray portabel.
Pertemuan yang berlangsung sejak pagi hingga siang tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa seluruh Bhabinkamtibmas Polres Wonogiri akan menjalani pemeriksaan kesehatan pada Rabu (3/6/2026) di Klinik Polres Wonogiri.
Langkah ini dinilai cukup penting mengingat Bhabinkamtibmas merupakan ujung tombak kepolisian yang setiap hari berinteraksi langsung dengan masyarakat di desa dan kelurahan. Mobilitas yang tinggi membuat pemeriksaan kesehatan berkala menjadi kebutuhan penting demi menjaga kondisi personel tetap prima.
“Kesehatan anggota harus menjadi perhatian bersama, khususnya Bhabinkamtibmas yang setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan kesehatan ini diharapkan dapat dilakukan deteksi dini sehingga personel tetap sehat dan maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap AKBP Wahyu Sulistyo.
Kabiddokkes Polda Jawa Tengah Kombes drg. Agung Hadi Wijanarko menambahkan bahwa penggunaan X-Ray portabel menjadi salah satu metode efektif dalam mendukung program deteksi dini TBC.
“Pemeriksaan menggunakan X-Ray portabel ini merupakan langkah strategis dalam mendukung deteksi dini penyakit Tuberkulosis. Dengan kolaborasi antara Polri dan Dinas Kesehatan diharapkan penanganan kesehatan anggota dapat berjalan lebih cepat, tepat dan optimal,” jelasnya.
Meski belum ada informasi yang menunjukkan lonjakan kasus TBC secara luar biasa di Wonogiri, berbagai langkah yang dilakukan menunjukkan bahwa upaya pencegahan kini menjadi prioritas. Pemeriksaan gratis bagi masyarakat, skrining TBC, hingga rencana pemeriksaan massal terhadap personel kepolisian menjadi sinyal bahwa deteksi dini jauh lebih penting dibanding menunggu penyakit berkembang dan menyebar.
Bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa batuk berkepanjangan, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, demam yang muncul berulang terutama malam hari, serta tubuh yang mudah lelah perlu mendapatkan perhatian medis. Semakin cepat TBC ditemukan, semakin besar peluang untuk sembuh dan memutus rantai penularan. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.


















































