REPUBLIKA.CO.ID, BLORA — Sebuah video yang memperlihatkan kondisi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo 2 di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, viral di media sosial (medsos). Dalam video tersebut, tampak tempe dijejerkan hingga persis ke depan pintu toilet. Selain itu, terdapat pula bagian ruangan yang terlihat kotor dan tak higienis.
Dalam video berdurasi 28 detik yang beredar luas di medsos, terlihat secara singkat kondisi SPPG Sukorejo 2. Video itu diduga direkam saat SPPG Sukorejo 2 diinspeksi setelah terjadinya kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami ratusan siswa sekolah pada Selasa (8/9/2026).
Dalam video tersebut, perekam menunjukkan bahan makanan di SPPG Sukorejo. Terekam pula puluhan papan tempe yang dijejerkan hingga ke depan pintu toilet. Di salah satu sudut ruangan, tepatnya di dekat tumpukan karung beras dan sayur-mayur, terlihat lantai sangat kotor serta terdapat cairan berwarna hitam.
Kepala Dinas Kesehatan Blora, Edi Widayat, mengonfirmasi video yang beredar luas di medsos tersebut merupakan kondisi SPPG Sukorejo 2. Menurut dia, video tersebut direkam saat terjadi SMAN 1 Tunjungan Blora pada Selasa (8/9/2026).
“Ya memang itulah, prosedur keamanan pangan tidak dijalankan,” ujarnya ketika diwawancara, Jumat (11/9/2026).
Menurut Edi, pengelola SPPG Sukorejo 2 sempat menyampaikan jejeran tempe yang dibariskan hingga ke depan pintu toilet tidak hendak digunakan untuk MBG. Namun dia menyangsikan klaim tersebut. “Kan kita juga tahu indikasi, wong menunya juga itu,” ucapnya.
Dia mengingatkan, SPPG sudah memiliki standar prosedur operasional untuk menjaga keamanan pangan, mulai dari pemilihan bahan makanan, cara penyimpanan, hingga proses pengolahan. Menurutnya, apa yang dilakukan SPPG Sukorejo jelas merupakan pelanggaran.
“Itu tidak higienis dan menyalahi SOP keamanan pangan,” ujar Edi.
Menurut Dwi, temuan kondisi di dalam SPPG Sukorejo 1 memperkuat usulan agar SPPG tersebut ditutup permanen. “Kan itu (pelanggarannya) mulai dari IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) hingga yang kemarin (kasus dugaan keracunan) itu. Tinggal BGN yang memutuskan semua,” kata dia.
Dwi mengungkapkan, sejak kasus dugaan keracunan MBG di SMAN 1 Tunjungan Blora, operasional SPPG Sukorejo 2 sudah ditangguhkan. Dia menyebut, penangguhan bakal berlangsung selama 30 hari.

4 hours ago
28
















































