Sejak memasuki musim giling tebu, sejumlah masyarakat Sragen kota terdampak polusi udara berupa langes dari PG Mojo Sragen.
Salah satu kampung yang terdampak cukup parah akhirnya mulai mendapatkan perhatian lewat Pengobatan dan cek kesehatan gratis di Cantel Wetan, Sragen kota, Sragen pada Jumat (31/72026). HuriSRAGEN, JOGLOSEMNEWS.COM — Sejak memasuki musim giling tebu, sejumlah masyarakat Sragen kota terdampak polusi udara berupa langes dari PG Mojo Sragen.
Salah satu kampung yang terdampak cukup parah akhirnya mulai mendapatkan perhatian lewat Pengobatan dan cek kesehatan gratis di Cantel Wetan, Sragen kota, Sragen pada Jumat (31/72026).
Pada awak media salah satu warga yang terdampak dan ikut mendapat pengobatan gratis yaitu Sri Kodariah, RW 12 Cantel Wetan yang tinggal berjarak kurang lebih 1 kilometer dari lokasi pabrik, mengungkapkan bahwa gangguan debu tersebut sempat mereda seusai perwakilan warga menggelar audiensi dengan DPRD beberapa waktu lalu. Namun, kondisi itu tak bertahan lama.
“Habis dari DPRD itu sempat berkurang dua hari. Tapi sekarang full lagi. Tadi pagi nyapu abu langesnya luar biasa banyak,” kata Sri Kodariah.
Dampak dari tingginya polusi debu langes ini merembet serius ke kesehatan masyarakat. Tidak hanya lansia, anak-anak hingga cucu di lingkungan setempat dilaporkan mengalami keluhan yang sama, mulai dari batuk terus-menerus hingga mata perih.
“Satu keluarga saya kena semua. Batuknya hilang timbul karena tanpa sadar menghirup udara itu terus. Pas jalan keluar langsung bersin-bersin (wahing-wahing). Bahkan kalau membersihkan hidung, kotorannya sampai berwarna hitam,” tuturnya.
Layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang akhirnya direalisasikan ini merupakan buah dari desakan bertahap yang dilayangkan warga. Sebelum menembus gedung wakil rakyat, warga telah mengirimkan surat aduan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Camat, Lurah, hingga Bupati Sragen sejak awal Juli lalu. Karena tak kunjung mendapat respons hingga dua pekan, warga akhirnya mengadu ke DPRD hingga akhirnya difasilitasi posko kesehatan.
Kendati menyambut baik posko kesehatan gratis tersebut, warga menilai langkah itu belum menyelesaikan akar masalah jika asap dan debu pabrik tak ditangani secara permanen. Selama proses giling di PG Mojo masih berjalan dan dampak debu masih dirasakan, warga mendesak agar posko kesehatan dan pengobatan gratis terus disediakan secara berkala. Huri Yanto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.
















































