Alasan TPNPB Tembak Pilot Asal Amerika Serikat

6 hours ago 17

TENTARA Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka atau TPNPB-OPM menyampaikan alasan menembak pilot dan membakar pesawat di Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis, 2 Juli 2026. Penembakan itu menyebabkan Pilot Nicholas F. Goselin Asal Amerika Serikat tewas.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Jubir TPNPB OPM, Sebby Sambom, menuding PBB, Amerika Serikat, dan Belanda, melanggar hukum Internasional. Sebby mengklaim orang Papua tidak dilibatkan dalam perundingan dalam penyelesaian akar persoalan politik di Tanah Papua. 

"Yang sampai saat ini masih menjadi konflik dan sudah terjadi selama 64 tahun antara Pemerintah Indonesia dan TPNPB," kata dia dalam keterangan resmi pada Sabtu, 4 Juli 2026. 

Menurut Sebby, mereka melanggar pasal 73e, Resolusi PBB No. 1541, Perjanjian New York Agreemnet pada 15 Agustus 1962, dan Roma Agreemnet 30 September 1962. 

Selain itu, Sebby meminta PBB segera menyelesaikan akar persoalan politik antara pemerintah Indonesia dengan orang Papua. Bila PBB tidak menanggapi serius maka penembakan tidak akan pernah dihentikan. 

"Penembakan pilot Nicholas F. Goselin sebagai peringatan terhadap PBB, Amerika Serikat, dan Belanda untuk segera menyelesaikan konflik di tanah Papua," kata dia. 

Dia menuding ada kesepakatan sepihak antara Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat dalam operasi penambangan emas melalui PT. Freeport McMoRan. Kesepakatan itu tidak melibatkan semua orang Papua. Padahal, kata dia, penambangan emas oleh PT.Freeport McMoRan sudah ditolak. 

Dia pun meminta masyarakat Indonesia dan warga negara asing berhati-hati. Dia juga meminta menghentikan seluruh aktivitas penerbangan sipil yang melakukan pengiriman pasukan dan logistik militer Indonesia. 

"Hal ini perlu kami sampaikan guna menghindari jatuhnya korban jiwa susulan setelah pilot Nicholas F. Goselin asal Amerika Serikat yang ditembak oleh TPNPB Kodap XVI Yahukimo di Yahukimo," kata dia. 

Tempo sudah meminta keterangan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengenai ini. Namun, dia belum merespons. 

Sebelumnya, pilot asal AmerikanSerikat, Nicholas F. Goselin, tewas ditembak oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka atau TPNPB-OPM. Nicholas ditembak saat membawa pesawat milik PT AMA di kawasan Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis, 2 Juli 2026.

Nicholas ditembak saat melintas di kawasan Distrik Sobaham pada Kamis, 3 Juli 2026. Pesawat yang dipiloti Nicholas dieksekusi karena diduga membawa logistik pasukan TNI di Papua. 

Juru bicara markas pusat TPNPB Sebby Sambom mengatakan penembakan pilot berpaspor Amerika Serikat dan pembakaran dilakukan oleh milisi TPNPB Kodap XVI Yahukimo pimpinan Elkius Kobak. "Kami tembak sebagai ultimatum agar tidak ada lagi maskapai Indonesia yang terbang di tanah Papua," kata Sambom dalam keterangan tertulis, Jumat, 3 Juli 2026.

Setelah insiden ini, Prajurit TNI dari Komando Operasi Habema (Koops Habema) menggelar operasi khusus untuk menguasai Lapangan Terbang Ipdeheik di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, yang menjadi lokasi penembakan pilot dan pembakaran pesawat perintis milik PT AMA.

Kepala Penerangan Koops Habema Letnan Kolonel Wirya Arthadiguna mengatakan operasi dilakukan untuk mengamankan lapangan terbang sebagai titik masuk bantuan sekaligus mendukung pelaksanaan pencarian dan penyelamatan (SAR) taktis serta evakuasi korban. 

"Operasi dilakukan untuk menguasai dan mengamankan lapangan terbang sebagai titik masuk bantuan, sekaligus melaksanakan SAR taktis dan evakuasi korban," kata Wirya pada Jumat, 3 Juli 2026.

Eka Yudha Saputra berkontribusi dalam tulisan ini
Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |