Israel Sahkan Pembangunan 13 Permukiman Ilegal di Tepi Barat

9 hours ago 19

KABINET Keamanan Israel menyetujui rencana pembangunan 13 permukiman baru di wilayah pendudukan Tepi Barat bagian tengah pada Kamis, 2 Juli 2026. keputusan tersebut dikhawatirkan pejabat Palestina akan semakin memecah wilayah Tepi Barat dan mengisolasi Yerusalem Timur dari komunitas Palestina di sekitarnya.

Media Israel Channel 7, sebagaimana dikutip Al Jazeera, melaporkan permukiman baru itu akan dibangun di kawasan regional Binyamin, salah satu blok permukiman terbesar Israel di Tepi Barat yang diduduki. Kawasan tersebut berada di sepanjang Route 60, jalur utama yang menghubungkan kota-kota Palestina seperti Nablus, Ramallah, dan Bethlehem, sekaligus menjadi akses menuju sejumlah permukiman utama Israel.

Tahap Pertama Dimulai dalam Beberapa Bulan

Tahap pertama proyek diperkirakan dimulai dalam beberapa bulan mendatang. Pada tahap awal, Dewan Regional Binyamin berencana membangun empat hingga enam permukiman baru dengan investasi senilai jutaan shekel.

Pemerintah Yerusalem Palestina menyatakan rencana tersebut juga mencakup legalisasi sejumlah pos permukiman yang selama ini berdiri secara informal. Setelah dilegalkan, pos-pos itu akan memperoleh pendanaan pemerintah Israel beserta pembangunan infrastruktur.

Masih menurut pernyataan Pemerintah Yerusalem Palestina, poyek tersebut berfokus pada dua koridor utama, yakni kawasan barat laut Yerusalem dan wilayah barat Ramallah di sepanjang Route 60, serta kawasan yang membentang ke arah timur menuju Lembah Yordan.

Pemerintah Yerusalem Palestina menilai rencana itu bertujuan menciptakan “realitas geografis baru di lapangan”. Menurut mereka, langkah tersebut dimaksudkan untuk menghubungkan blok-blok permukiman Israel, memperkuat kendali atas perbukitan strategis, serta membatasi kesinambungan wilayah Palestina.

Dalam pernyataan yang sama, pemerintah Yerusalem Palestina memperingatkan bahwa ekspansi permukiman akan “menghambat prospek pembentukan negara Palestina yang memiliki wilayah yang saling terhubung secara geografis.”

Jumlah Pos Permukiman Meningkat Tajam

Menurut laporan Anadolu yang mengutip Palestinian Center for Israeli Studies (Madar), pembangunan pos-pos permukiman Israel meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir. Rata-rata pembangunan yang hanya sekitar delapan pos setiap tahun pada periode 2012-2022 melonjak menjadi 32 pos pada 2023, kemudian meningkat menjadi 62 pos pada 2024, dan mencapai 86 pos sepanjang 2025.

Peningkatan jumlah pos permukiman tersebut diiringi kenaikan anggaran pemerintah Israel. Pada 2023, pemerintah mengalokasikan 28 juta shekel untuk pos-pos permukiman. Nilai itu meningkat menjadi 75 juta shekel pada 2024, dengan rencana pendanaan bagi total 70 pos permukiman.

Al Jazeera juga melaporkan rencana pembangunan di kawasan Binyamin muncul setelah adanya laporan bahwa kelompok pendukung permukiman Israel tengah bersiap memperluas aktivitas ke Area A, wilayah yang berdasarkan Kesepakatan Oslo berada di bawah kendali penuh Otoritas Palestina.

Pilihan Editor: Amnesty: Israel Usir Kaum Badui Palestina dari Tepi Barat

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |