Cek 5 Tanda Survival Mode Menurut Pakar, Merasa Hampa dan Gampang Cranky

3 hours ago 17

CANTIKA.COM, Jakarta - Pekerjaan makin menumpuk, konflik sama pasangan belum kelar, ditambah daftar tugas yang nggak ada habisnya? Situasi ini sering banget bikin kita merasa cuma sekadar bertahan hidup alias survival mode biar enggak makin burnout.

Dari luar mungkin kamu kelihatan baik-baik saja dan tetap produktif. Tapi di dalam, mental kamu sebenarnya lagi menjerit karena kelelahan ekstrem. Kondisi ini dalam dunia psikologi dikenal dengan istilah survival mode.

Lantas, gimana caranya tahu kalau kita udah masuk ke fase berbahaya ini? Melansir dari Real Simple, para pakar kesehatan membeberkan lima tanda utamanya beserta solusinya!

1. Pikiran Blank dan Sering Lupa

Pernah enggak, lagi asyik cerita tiba-tiba lupa mau ngomong apa? Atau malah kehilangan ponsel dan kunci motor sampai puluhan kali sehari? Itu bukan cuma faktor pikun, tapi tanda otak kamu sudah kehabisan energi.

Pekerja sosial klinis sekaligus pendiri Temperance Psychotherapy, Nicole Ivelevitch menjelaskan saat otak fokus memantau ancaman dan tuntutan hidup, energi untuk fungsi eksekutif seperti memori kerja, perhatian, dan perencanaan bakal berkurang drastis.

"Akibatnya, kamu jadi gampang lupa janji ketemu hingga bingung sendiri saat masuk ke suatu ruangan," ujar Nicole.

2. Sering Terbangun Jam 3 Pagi dengan Sensasi Cemas

Niatnya tidur nyenyak karena badan lelah, tapi malah kebangun jam 3 pagi dan pikiran langsung berputar liar?

Dokter gawat darurat dan ahli pemulihan burnout, Archana Shrestha menyebutkan bahwa kondisi ini terjadi akibat sistem saraf simpatik yang terus aktif.

"Rasa cemas dan to-do list yang menumpuk terbawa sampai tidur. Tengah malam biasanya jadi puncak munculnya kekhawatiran terbesar, terutama buat orang yang mengalami burnout," ucap Dr. Archana.

3. Gampang Cranky

Hal-hal kecil yang biasanya biasa saja tiba-tiba bikin kamu ingin ngamuk? Itu tandanya sistem saraf kamu udah terlalu tegang.

Nicole Ivelevitch membeberkan bahwa stres berat bikin amigdala (bagian otak pendeteksi ancaman) jadi jauh lebih reaktif.

"Bukannya mulai dari nol, tingkat stres kamu sebenarnya udah ada di angka enam. Jadi, gangguan kecil aja bisa langsung bikin emosi kamu melonjak ke angka sepuluh," jelasnya.

4. Terjebak dalam Negative Thinking

Saat berada di mode bertahan hidup, emosi positif seolah tertutup rapat oleh rasa tertekan dan kewalahan yang konstan.

"Sangat sedikit emosi positif yang bisa muncul saat kamu terjebak di survival mode," tutur dr. Archana Shrestha.

Ia mengingatkan bahwa terus-menerus larut dalam emosi negatif seperti ini bisa memicu stres kronis yang berdampak buruk bagi kesehatan fisik.

5. Jadi Control Freak Mendadak

Kamu yang biasanya santai tiba-tiba berubah jadi perfeksionis dan wajib mengatur segala hal sesuai rencana? Jangan salah, ini adalah respons alami otak untuk mencari rasa aman.

Menurut Nicole Ivelevitch, dorongan buat mengontrol ini muncul demi menciptakan kepastian di tengah hidup yang terasa kacau.

"Ketika kita bisa memprediksi apa yang akan terjadi, otak merasa situasi tersebut tidak terlalu mengancam," jelasnya.

Cara Cepat Keluar dari Survival Mode

Kalau kamu merasa sudah di titik maksimal, Dr. Archana Shrestha menyarankan buat melakukan Parasympathetic Reset (Reset P.S.) yang cuma butuh waktu kurang dari satu menit:

- Katakan pada diri sendiri dengan mantap: "Saya aman."

- Tarik napas dalam-dalam melalui hidung, lalu hembuskan perlahan lewat mulut.

- Amati sekelilingmu dan sebutkan secara sadar: "Saya melihat... Saya mendengar... Saya merasakan..."

- Ulangi kembali kalimat: "Saya aman."

Metode ini sangat efektif mengalihkan sistem saraf dari mode fight-or-flight yang tegang menuju kondisi tubuh yang lebih tenang dan terkendali, menurut dr. Archana.

Pilihan Editor: Benarkah Burnout Bisa Mengubah Kepribadian? Ini Kata Psikolog

REAL SIMPLE | SILVY RIANA PUTRI

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |